Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Salah satu inisiatif strategis adalah peluncuran program Gratispol, sebuah skema afirmasi pendidikan bagi para dokter yang berkeinginan melanjutkan studi ke jenjang spesialis dan sub-spesialis.
Sri Wahyuni, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, di Balikpapan pada Sabtu, menegaskan bahwa program Gratispol ini merupakan solusi konkret untuk mengatasi kekurangan tenaga medis profesional di berbagai wilayah Kaltim.
“Kami membuka ruang yang luas melalui program Gratispol dengan skema afirmasi pendidikan ini bagi para dokter yang akan mengambil pendidikan spesialis,” ujarnya setelah menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) dan Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Indonesia (Makersi) Kaltim di Balikpapan.
Beliau menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim tidak memberlakukan batasan usia bagi dokter yang ingin melanjutkan pendidikan. Fokus utama pemerintah adalah mempercepat pemenuhan rasio dokter spesialis agar layanan medis di seluruh rumah sakit daerah dapat semakin optimal.
Pemprov Kaltim juga aktif mendorong para peserta untuk menempuh studi di perguruan tinggi ternama yang telah menjalin kerja sama resmi, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Airlangga (Unair).
“Bagi dokter berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kampusnya belum masuk dalam daftar kerja sama, mereka tetap dapat mengajukan pengembangan diri melalui skema tugas belajar yang difasilitasi oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD Kaltim),” imbuhnya.
Meskipun fokus pada pengembangan SDM kesehatan, Sri Wahyuni tidak menampik adanya tantangan besar yang dihadapi oleh dunia rumah sakit di Kaltim saat ini.
Tekanan ekonomi dan keterbatasan tenaga medis dilaporkan mulai mengganggu stabilitas operasional di beberapa rumah sakit.
“Banyak aspek yang harus segera dibenahi. Tujuannya jelas, agar rumah sakit tetap mampu menjalankan misi kemanusiaan dengan standar profesionalisme yang tinggi,” kata Sri Wahyuni.
Beliau berharap pengurus Persi Kaltim dan Makersi Kaltim periode 2026-2030 yang baru dilantik dapat menjalin sinergi erat dengan pemerintah. Sinergi ini dianggap krusial untuk mengawal dan meningkatkan mutu layanan kesehatan.
Indah Puspitasari, Ketua Persi Kaltim terpilih, menyatakan kesiapannya untuk membawa 65 rumah sakit anggota Persi di Kaltim (baik milik pemerintah maupun swasta) menuju arah yang lebih baik.
“Fokus utama kami ke depan adalah penguatan mutu layanan dan keselamatan pasien, serta peningkatan kapasitas SDM dan tata kelola rumah sakit,” tegas Indah Puspitasari.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di bidang kesehatan, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin, Ketua Persi Pusat Bambang Wibowo, Ketua Makersi Pusat Agus Purwadianto, serta Ketua Makersi Kaltim Edy Iskandar.