16 Siswa & Guru di Kepahiang Diduga Keracunan Makanan Sekolah

16 Siswa & Guru di Kepahiang Diduga Keracunan Makanan Sekolah
16 Siswa & Guru di Kepahiang Diduga Keracunan Makanan Sekolah. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Sebanyak 16 orang, terdiri dari pelajar, guru, dan penjaga sekolah di SD Negeri 18 Kepahiang, Bengkulu, dilarikan ke Puskesmas Kelobak setelah diduga mengalami keracunan makanan pada Kamis (4/6/2026) pagi. Insiden ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB setelah mereka menyantap menu dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan di sekolah. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam.

Kronologi Kejadian dan Kondisi Korban

Para korban segera dilarikan ke Puskesmas Kelobak untuk mendapatkan penanganan medis intensif setelah menunjukkan gejala keracunan. Kepala Puskesmas Kelobak, Rosdiana Sidabutar, mengonfirmasi jumlah korban yang masuk dan status penanganan mereka.

“Kalau jumlah siswa yang sudah masuk ke Puskesmas itu 13 orang satu orang penjaga,” jelas Rosdiana. Ia menambahkan bahwa sebagian korban sudah menunjukkan perbaikan kondisi. “Tujuh orang sudah membaik dan sudah dibuka inpusnya, karena pelayanan sudah dimaksimalkan,” ungkapnya.

Berikut adalah rincian gejala yang dialami para korban:

  • Sakit perut hebat
  • Mual dan muntah-muntah
  • Pusing dan sakit kepala

Meskipun dugaan kuat mengarah pada makanan yang dikonsumsi, Rosdiana menyatakan bahwa penyebab pasti masih dalam penelusuran. “Belum diketahui, masih di telusuri,” katanya.

Langkah Penyelidikan Pihak Kepolisian

Menanggapi insiden serius ini, Polres Kepahiang bergerak cepat. Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, S.H S.Ik MH, langsung mengunjungi para korban di puskesmas dan meninjau lokasi sekolah untuk memulai penyelidikan terkait kasus keracunan makanan Kepahiang tersebut.

“Perlu kami sampaikan bahwa terjadi siswa, guru dan penjaga sekolah sekitar 16 orang terkontaminasi makanan,” jelas AKBP Yuriko Fernanda saat meninjau korban.

Pengujian Sampel dan Pemeriksaan Saksi

Pihak kepolisian telah mengamankan sampel sisa makanan dari program MBG untuk diuji di laboratorium. Langkah ini krusial untuk memastikan penyebab pasti kontaminasi.

“Iya pasti kami melakukan penyidikan lebih dalam. Kami sudah mengambil sampel makanan dan sudah dibawa ke laboratorium serta kita akan periksa hasil laboratoriumnya,” tegas Yuriko. “Untuk hasil uji sampelnya nanti kami sampaikan perkembangannya.”

Kapolres juga menjelaskan bahwa dapur SPPG yang menyalurkan MBG ke SDN 18 Kepahiang melayani total 1.700 penerima di 5 sekolah berbeda. Namun, laporan kasus keracunan hanya berasal dari SDN 18 Kepahiang. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kelanjutan program MBG dari penyedia tersebut sembari menunggu hasil laboratorium.

Lokasi Berita: KepahiangBengkulu
19 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Indonesia.

Lihat semua artikel →