Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPRD Cirebon Nana Kencanawati menuai kritik setelah akunnya berkomentar “Udah GEMBROT” pada unggahan seorang warga.
- Nana Kencanawati mengklaim komentar tersebut ditulis oleh tim media sosialnya dan ia telah menyampaikan permintaan maaf secara publik.
- Insiden ini memicu kecaman luas sebagai tindakan body shaming dan membuat akun Instagram sang pejabat kini dalam mode privat.
Seorang pejabat publik, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Gerindra, Nana Kencanawati, memicu kontroversi luas setelah akun media sosialnya kedapatan menulis komentar bernada merendahkan fisik atau body shaming pejabat. Insiden ini bermula ketika akun Instagram atas namanya menanggapi unggahan video seorang ibu yang berdemonstrasi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan komentar “Udah GEMBROT”, yang kemudian viral dan menuai kecaman publik sekitar pertengahan Juni.
Kronologi Insiden Komentar Kontroversial
Peristiwa ini berakar dari sebuah aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Cirebon di depan Gedung DPRD Kota Cirebon pada Senin (15/6). Dalam aksi tersebut, seorang ibu yang dijuluki ‘Mak Denok’ turut berorasi menolak program MBG. Video orasinya kemudian viral di media sosial dengan narasi ‘Mak Denok Demo Bareng Mahasiswa di Cirebon: Prabowo Kami Tidak Butuh MBG’.
Menanggapi unggahan tersebut, sebuah komentar gembrot DPRD Cirebon yang menjadi sorotan muncul dari akun Instagram @nanakencanawati. Berikut adalah poin-poin utama dari kejadian tersebut:
- Komentar Pemicu: Akun @nanakencanawati menulis, “Lagian siapa yang mau ngasih lo makan ???? Udah GEMBROT !!!!”.
- Reaksi Publik: Tangkapan layar komentar tersebut dengan cepat menyebar dan dikecam oleh warganet, termasuk figur publik seperti Melanie Subono, yang menilainya sebagai tindakan mempermalukan bentuk fisik.
- Dampak Langsung: Akibat polemik yang meluas, saat diperiksa pada Rabu (17/6) pukul 9.32 WIB, akun medsos pejabat tersebut telah diubah ke mode privat (private).
Klarifikasi dan Tanggapan Pihak Terkait
Setelah komentarnya menjadi perbincangan hangat, Nana Kencanawati Gerindra memberikan klarifikasi dan permintaan maaf. Ia mengklaim tidak secara pribadi menulis komentar tersebut.
Pengakuan dan Permintaan Maaf Nana Kencanawati
Pada Selasa (16/6), Nana menjelaskan bahwa akun Instagram pribadinya saat itu sedang dikelola oleh tim media. “Ketua dan Wakil Ketua DPRD memiliki tim media masing-masing. Kebetulan saat membuka Instagram, tim media ibu menggunakan akun ibu dan saat itu komentar tersebut ditulis secara spontan,” ujar Nana seperti dikutip dari detikJabar.
Ia mengaku gagap teknologi (gaptek) dan baru mengetahui kehebohan tersebut pada malam hari setelah dihubungi banyak pihak. “Ibu tahunya setelah malam banyak yang telepon… Begitu tahu, ibu langsung meminta maaf,” jelasnya, mengakui keterlambatannya dalam merespons akibat kendala teknologi.
Sikap Fraksi Gerindra
Sementara itu, kontroversi DPRD Cirebon ini mendapat respons dingin dari internal partai. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Cirebon, Subhan, memilih untuk tidak memberikan tanggapan mendetail saat dimintai komentar oleh awak media. “No comment,” ujarnya singkat, menutup ruang diskusi lebih lanjut mengenai tindakan kadernya.