Video viral memperlihatkan tumpukan sampah Kali Gendong

Video viral memperlihatkan tumpukan sampah Kali Gendong
Video viral memperlihatkan tumpukan sampah Kali Gendong. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Ringkasan Berita:

  • Video tumpukan sampah di Kali Gendong Penjaringan viral pada Minggu (21/6/2026).
  • Gubernur Pramono Anung menyebut kendala TPST Bantar Gebang sebagai penyebab utama.
  • Pemerintah Jakarta menargetkan pengiriman residu sampah mulai 1 Agustus mendatang.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat oleh Artificial Intelligence (AI)

Video viral memperlihatkan tumpukan sampah Kali Gendong di Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (21/6/2026). Gubernur Jakarta Pramono Anung langsung merespons kejadian pembuangan sampah sembarangan tersebut. Beliau menjelaskan penyebab utama masalah ini kepada publik secara transparan.

Selain itu, rekaman tersebut menunjukkan warga sengaja membuang bungkusan sampah ke aliran kali. Kondisi ini membuat area jembatan dan perairan sekitarnya penuh dengan limbah. Oleh karena itu, pemerintah daerah segera mengambil tindakan cepat.

Respons Pramono Anung Terkait Masalah Sampah Jakarta

Lebih lanjut, Pramono membenarkan adanya kendala operasional yang memicu masalah sampah Jakarta. Beliau menyampaikan hal ini seusai menghadiri pencanangan pedestrian deck Dukuh Atas. Acara tersebut berlangsung di Setia Budi, Jakarta Selatan.

“Memang kemarin karena Bantar Gebang sempat ada masalah, jadi beberapa tempat memang terjadi tumpukan sampah,” ujar Pramono kepada wartawan. Namun, ia memastikan proses penanganan krisis ini sudah mulai berjalan.

“Tetapi alhamdulillah sekarang ini penanganannya sudah bisa diatasi hampir di semua daerah yang terjadi penumpukan, secara pelan-pelan mengalami penurunan,” jelasnya. Selanjutnya, tim kebersihan terus bekerja keras memulihkan kondisi setiap harinya.

Pengurangan Pengiriman ke TPST Bantar Gebang

Sementara itu, Jakarta biasanya mengirim sekitar 9.000 ton sampah per hari. Jumlah ini setara dengan pengangkutan 1.200 truk menuju TPST Bantar Gebang. Saat ini, angka pengangkutan mencapai hampir 1.000 perjalanan truk.

Sebagai dampaknya, program pilah sampah menjadi solusi penting untuk menekan volume limbah harian. Warga harus berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan perairan sekitar. Dengan demikian, beban tempat pembuangan akhir bisa terus menyusut.

“Dan juga pilah sampah mengurangi secara signifikan jumlah sampah yang harus diangkut ke Bantar Gebang. Dan kami seperti diketahui, menargetkan 1 Agustus yang akan dikirim ke Bantar Gebang adalah residunya,” ucapnya.

Sebagai kesimpulan, berikut langkah pemerintah mengatasi penumpukan limbah ini:

  • Mengoptimalkan kembali jalur pengangkutan sampah harian masyarakat.
  • Mendorong warga memilah sampah mandiri dari tingkat rumah tangga.
  • Menargetkan pengiriman sisa residu sampah secara ketat per 1 Agustus.

Akhirnya, pemerintah berharap kebijakan ini mewujudkan lingkungan kota yang jauh lebih bersih dan sehat.

Lokasi Berita:
11 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Indonesia.

Lihat semua artikel →