Istana Telusuri Dugaan Uang Demo UBK Usai Pertemuan dengan Wapres Gibran

Istana Telusuri Dugaan Uang Demo UBK Usai Pertemuan dengan Wapres Gibran
Istana Telusuri Dugaan Uang Demo UBK Usai Pertemuan dengan Wapres Gibran. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Ringkasan Berita:

  • Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto akan mengecek informasi dugaan pembagian uang kepada mahasiswa UBK.
  • Ketua BEM FH UBK mengaku menerima Rp 20 juta untuk memindahkan lokasi demonstrasi dari Istana Negara.
  • Mahasiswa UBK merasa kecewa dan mempertanyakan integritas pengurus organisasi kemahasiswaan mereka.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat oleh Artificial Intelligence (AI)

Istana Kepresidenan menelusuri dugaan uang demo UBK yang beredar luas di publik. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto berjanji mengecek informasi tersebut pada Selasa (23/6/2026) di Gedung DPR RI, Jakarta. Kasus ini mencuat setelah pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdimaludin.

Bambang mengaku belum mengikuti detail perkembangan berita tersebut. “Coba nanti saya monitor dulu ya. Saya enggak mengikuti yang kemarin berita terakhir itu. Nanti saya akan cek lagi ya, oke ya,” ujar Bambang. Oleh karena itu, pihak Istana segera mengumpulkan data akurat.

Kronologi Pengakuan Uang Rp 20 Juta

Kasus ini bermula setelah pertemuan mahasiswa dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Senin (15/6/2026). Setelah itu, muncul kabar pembagian dana sebesar Rp 20 juta. Uang ini diduga bertujuan mengubah lokasi aksi mahasiswa UBK.

Selanjutnya, mahasiswa menuntut transparansi pengurus BEM. Mereka lalu menggelar forum klarifikasi internal pada Senin (22/6/2026) malam. Pertemuan ini berlangsung cukup tegang dan alot.

Tuntutan Transparansi Mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Hukum UBK, Na’ilah Panrita Hartono, memberikan kesaksiannya. Dia menyebut pertemuan pengurus BEM Fakultas Hukum UBK dengan Wapres memicu kecurigaan. “Pertemuan mereka dengan Wakil Presiden Gibran memicu banyak pertanyaan dari mahasiswa. Akhirnya disepakati untuk mengadakan forum agar semuanya bisa dijelaskan secara terbuka,” kata Na’ilah pada Selasa (23/6/2026).

Selain itu, Na’ilah membeberkan kronologi absennya Abdi pada awal forum. Namun, Abdi akhirnya datang dan memberikan penjelasan kepada peserta. Dia mengakui menerima sejumlah uang dari pihak tertentu.

“Dia menjelaskan kronologinya tentang dia dapat uang, sejumlah uang, yang menurut keterangannya ditujukan agar aksi tidak dilakukan di depan Istana Negara, tetapi dipindahkan ke DPR RI,” ujar Na’ilah.

Dampak Kekecewaan Mahasiswa

Sebagai dampaknya, pengakuan jujur ini memicu kekecewaan mendalam. Berikut adalah beberapa fakta penting dari forum klarifikasi tersebut:

  • Ketua BEM mengakui penerimaan uang Rp 20 juta secara terbuka.
  • Dana bertujuan mencegah demonstrasi di area Istana Negara.
  • Rencana pemindahan titik unjuk rasa akhirnya gagal terlaksana.
  • Mahasiswa tetap bertahan melakukan orasi di sekitar kawasan Istana.

Sementara itu, mahasiswa mempertanyakan integritas pemimpin organisasi mereka. Mereka merasa nilai perjuangan murni telah ternodai. Lebih lanjut, publik kini menanti hasil penelusuran resmi dari pihak Istana.

Lokasi Berita:
6 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Indonesia.

Lihat semua artikel →