Meta Perkenalkan Muse Charm, Tamagotchi AI yang Bisa Dibawa ke Mana Saja

Meta Perkenalkan Muse Charm, Tamagotchi AI yang Bisa Dibawa ke Mana Saja
Meta Perkenalkan Muse Charm, Tamagotchi AI yang Bisa Dibawa ke Mana Saja. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Meta memperkenalkan Muse Charm, perangkat AI berukuran kecil yang memungkinkan pengguna berbicara dan berinteraksi langsung dengan agen personal Muse. Perangkat tersebut diumumkan dalam gelaran Meta Connect pada 23 September 2026 sebagai salah satu upaya Meta membawa kecerdasan buatan keluar dari layar ponsel.

Muse Charm mempunyai bentuk ringkas yang dapat dimasukkan ke dalam saku atau dipasang sebagai gantungan. Di dalamnya terdapat karakter digital yang mewakili agen AI Muse. Kehadiran karakter interaktif itu membuat perangkat ini banyak dibandingkan dengan Tamagotchi, permainan peliharaan virtual yang populer pada akhir 1990-an.

Namun, Muse Charm bukan sekadar peliharaan digital. Meta merancangnya sebagai perangkat khusus untuk mengakses Muse, agen AI yang dapat memahami percakapan, mengingat kebutuhan pengguna, menyusun rencana, dan menjalankan sejumlah tugas. Interaksi dilakukan melalui suara dengan dukungan model percakapan waktu nyata.

Agen AI Muse Hadir dalam Bentuk Perangkat Fisik

Sebelum memperkenalkan Muse Charm, Meta telah meluncurkan Muse sebagai agen AI personal pada 8 September 2026. Berbeda dari chatbot yang hanya memberikan jawaban, Muse dirancang untuk melakukan pekerjaan atas perintah pengguna.

Meta menyebut Muse dapat membantu mengatur jadwal, membuat dokumen, memantau harga, memesan layanan, mengirim surel, hingga menyusun rencana untuk tujuan jangka panjang. Pengguna dapat mengaksesnya melalui aplikasi Muse, WhatsApp, web, dan aplikasi desktop Mac.

Muse dijalankan melalui sistem bernama Muse Secure VM. Sistem tersebut menggunakan komputer virtual khusus untuk menjalankan agen AI dan menyimpan data yang diberikan pengguna. Menurut Meta, pengguna tetap menentukan jenis akses yang boleh digunakan Muse serta tindakan yang dapat dilakukan atas nama mereka.

Muse Charm menjadi bentuk fisik dari layanan tersebut. Pengguna tidak harus selalu membuka aplikasi di ponsel ketika ingin berbicara dengan Muse. Perangkat ini diposisikan sebagai akses cepat menuju agen AI yang dapat dibawa selama menjalani aktivitas sehari-hari.

Belum Resmi Dijual kepada Konsumen

Meski sudah diperkenalkan kepada publik, Muse Charm belum resmi tersedia untuk dibeli. Meta belum mengumumkan harga, kapasitas baterai, spesifikasi layar, konfigurasi mikrofon, kamera, ruang penyimpanan maupun negara pertama yang akan menerima perangkat tersebut.

Dalam pengumuman resminya, Meta hanya menyatakan bahwa Muse Charm menggabungkan kemampuan Muse dan model suara waktu nyata dalam perangkat berukuran saku. Perusahaan berjanji membagikan informasi tambahan mengenai produk ini pada akhir 2026.

TechCrunch melaporkan bahwa Mark Zuckerberg mengatakan tim Meta masih menyelesaikan penataan komponen perangkat. Muse Charm ditargetkan siap dikirim menjelang musim liburan pada Desember. Namun, jadwal tersebut belum disertai tanggal penjualan dan harga resmi dari Meta.

Karena itu, penyebutan yang paling tepat saat ini adalah Meta memperkenalkan atau memamerkan Muse Charm, bukan telah merilisnya ke pasar. Konsumen juga perlu menunggu pengumuman berikutnya untuk mengetahui apakah perangkat tersebut akan tersedia secara global atau hanya diluncurkan di negara tertentu.

Bagian dari Strategi Perangkat AI Meta

Muse Charm memperlihatkan ambisi Meta untuk memperluas ekosistem AI ke perangkat yang dapat digunakan sepanjang hari. Selain perangkat kecil tersebut, Meta juga mengintegrasikan Muse ke lini kacamata pintarnya.

Melalui kacamata AI, Muse diproyeksikan dapat menangkap konteks percakapan dan mengubahnya menjadi tindakan. Pengguna, misalnya, dapat meminta Muse menambahkan barang ke daftar belanja, mencari jadwal kosong, atau mengirim undangan tanpa harus mengeluarkan ponsel.

Pendekatan Muse Charm sedikit berbeda. Perangkat ini tidak disamarkan sebagai aksesori umum seperti kacamata, tetapi dibuat khusus sebagai wadah fisik agen AI. Meta tampaknya ingin membuat interaksi dengan kecerdasan buatan terasa lebih personal melalui karakter digital yang dapat dilihat dan diajak berbicara.

Konsep tersebut sekaligus menempatkan Muse Charm di tengah persaingan perangkat AI mandiri. Sejumlah perusahaan sebelumnya telah mencoba menawarkan perangkat yang menjanjikan akses AI tanpa bergantung pada antarmuka ponsel. Tantangan terbesarnya bukan hanya kemampuan AI, melainkan alasan mengapa pengguna harus membawa perangkat tambahan ketika fungsi serupa tersedia di telepon pintar.

Privasi Menjadi Pertanyaan Penting

Kemampuan agen AI menjalankan tugas membutuhkan akses terhadap informasi pribadi yang lebih luas dibandingkan chatbot biasa. Jadwal, surel, dokumen, kebiasaan pengguna, dan data transaksi dapat menjadi bagian dari informasi yang dibutuhkan agar Muse bekerja secara personal.

Meta menyatakan pengguna memiliki kendali atas akses yang diberikan. Meski demikian, rincian pengamanan khusus pada Muse Charm belum dijelaskan. Belum diketahui apakah perangkat akan memproses sebagian percakapan secara lokal, terus terhubung ke server, atau menyediakan indikator yang jelas ketika mikrofon aktif.

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan apakah Muse Charm hanya menjadi perangkat AI yang menarik secara visual atau benar-benar dapat diterima sebagai pendamping digital sehari-hari. Untuk saat ini, Meta baru memperlihatkan konsep dan fungsi dasarnya. Harga, spesifikasi lengkap, ketersediaan, serta kebijakan privasinya masih harus menunggu pengumuman lanjutan.

15 Kali Dilihat