Polisi belum mengumumkan berapa orang yang diangkut seusai demo mahasiswa Bundaran HI pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Pada dua aksi BEM UI sebelumnya, 12 Juni dan 18 Agustus 2026, polisi menyebut jumlah orang yang ditangkap pada hari yang sama atau tak lama kemudian.
Aksi bertema #IndonesiaSadar itu digelar BEM UI bersama aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Polisi melarang orasi di Bundaran HI sehingga massa berunjuk rasa di depan Gedung UOB, Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Aksi berakhir setelah hujan deras turun dan polisi membubarkan sisa massa.
Hari itu, Polda Metro Jaya mencatat 53 aksi penyampaian aspirasi di Jakarta dan menyiagakan 1.249 personel lalu lintas.
Polisi Belum Umumkan Jumlah Orang yang Diangkut
Ketika polisi memukul mundur massa di depan Plaza UOB, sejumlah orang terlihat dibawa petugas. Sampai sekitar pukul 21.30 WIB malam itu, jumlah mereka dan alasan pengangkutannya belum diketahui.
Hingga Kamis, 29 Oktober 2026, Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat belum memberi keterangan resmi soal jumlah, identitas, dan status hukum orang-orang tersebut.
Pada aksi BEM UI 12 Juni 2026, polisi menangkap dua orang yang membawa molotov di Bendungan Hilir dan mengumumkannya pada hari yang sama.
Menjelang aksi BEM UI 18 Agustus 2026, polisi menangkap 21 orang yang kemudian dipulangkan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan informasi tersebut.
| Aksi BEM UI | Orang ditangkap/diangkut | Keterangan polisi | Penyampai |
|---|---|---|---|
| 12 Juni 2026 | 2 orang | Membawa molotov di Bendungan Hilir, diumumkan hari yang sama | Tidak disebut |
| 18 Agustus 2026 | 21 orang | Ditangkap jelang aksi, lalu dipulangkan | Kombes Budi Hermanto |
| 28 Oktober 2026 | Sejumlah orang | Jumlah dan alasan belum diumumkan | Belum ada keterangan resmi |
Klaim Bukan Mahasiswa dari Pelantang Polisi
Saat situasi di depan Gedung UOB kembali memanas, polisi menyampaikan pernyataan tentang massa yang masih bertahan. Petugas yang berbicara tidak menyebut nama.
“Rekan-rekan mahasiswa terima kasih sudah membubarkan diri dengan baik. Yang tinggal bukan mahasiswa. Karena mahasiswa menyampaikan dengan damai,” ujar petugas lewat pelantang.
Polisi belum menjelaskan dasar penilaian tersebut, dan identitas orang-orang yang bertahan belum diungkap secara resmi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, yang memimpin pengamanan, juga berbicara lewat pelantang. Ia meminta massa bubar dengan tertib dan mengapresiasi penyampaian pendapat yang berjalan kondusif.
Petugas lain di mobil komando berterima kasih kepada peserta aksi. “Terima kasih sudah melakukan aksi dengan tertib. Sampaikan salam kami untuk keluarga,” katanya.
Kronologi Demo dari Barikade hingga Hujan Deras
Urutan peristiwa pada Rabu, 28 Oktober 2026:
- Siang: Polisi memasang barikade menuju Bundaran HI. BEM UI bernegosiasi dengan Kombes Reynold, yang memimpin pengamanan bersama Dandim Jakarta Pusat Letkol Inf Danang Waluyo.
- Sebelum hujan: Massa dan aparat saling dorong, dan sejumlah benda dilempar. Ban, spanduk, dan pembatas jalan berwarna oranye dibakar. Satu laporan mencatat pembakaran pembatas jalan terjadi pukul 18.48 WIB.
- Sekitar 19.00 WIB: Hujan deras turun sekitar 45 menit dan memadamkan api. Polisi juga membawa alat pemadam api ringan (APAR).
- Sekitar 19.15 WIB: Massa BEM UI dan elemen #IndonesiaSadar mulai meninggalkan lokasi. Laporan lain menyebut mahasiswa sudah bubar sekitar pukul 18.00 WIB.
- 19.30 WIB: Situasi masih tegang, dan sebagian massa kembali ke titik pembakaran.
- 19.45 WIB: Jalan di kedua arah dibuka dan lalu lintas dilaporkan lancar.
- Sekitar 21.30 WIB: Laporan lain menyebut Jalan Jenderal Sudirman masih tertutup karena massa yang tadinya berteduh berkumpul lagi.
BEM UI Siapkan Advokasi Hukum
Ketua BEM UI 2026 Yatalathof Ma’shum Imawan mengklaim peserta aksi sudah menghadapi hambatan sejak dalam perjalanan. Menurut dia, ada peserta yang tertahan dan ada yang ditangkap.
“Masih ada yang ketahan, masih ada yang perjalanan, bahkan sudah ada yang tertangkap,” kata Yatalathof.
Ia mengatakan BEM UI memberikan advokasi hukum sambil aksi berlangsung. Polisi belum mengonfirmasi jumlah, identitas, maupun alasan penangkapan yang ia sebut.
Menurut Yatalathof, aksi kali ini diikuti mahasiswa, petani, guru, dan masyarakat sipil lain. Koalisi Komite Sadar sendiri terdiri atas BEM UI, KM ITB, SEMA UGM, BEM Undip, EM UB, BEM KM Unnes, BEM Unair, dan BEM Se-Unpad.
“Rakyat mulai bersatu untuk memperjuangkan dan bahkan merebut kedaulatannya,” ujar Yatalathof.
Tulis Komentar