Santri Banyumas Belajar Pangkas Rambut Agar Jadi Muzaki Sukses

Santri Banyumas Belajar Pangkas Rambut Agar Jadi Muzaki Sukses
Santri Banyumas Belajar Pangkas Rambut Agar Jadi Muzaki Sukses. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Sebuah terobosan pemberdayaan ekonomi diluncurkan di Kabupaten Banyumas, menargetkan para santri dari berbagai pondok pesantren. Melalui program Z-Barbershop, para santri yang tergolong mustahik produktif kini dibekali keahlian profesional untuk menjadi wirausahawan di bidang pangkas rambut. Inisiatif ini adalah buah sinergi antara BAZNAS Kabupaten Banyumas, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Banyumas, dan dukungan dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah.

Pelatihan intensif yang digelar selama empat hari di Pondok Pesantren Al Falah Tinggarjaya, Jatilawang ini dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. KH Ahmad Darodji. Tujuannya jelas, yakni memberikan kail, bukan sekadar ikan, agar para santri mampu berdikari secara finansial.

Transformasi dari Mustahik Menuju Kemandirian Ekonomi

Program ini memiliki misi yang lebih dalam daripada sekadar mengajarkan teknik memotong rambut. Ini adalah fondasi untuk membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Dengan skill yang relevan dengan kebutuhan pasar, para santri diharapkan tidak hanya membuka lapangan kerja untuk diri sendiri, tetapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Visi besar di balik pelatihan barbershop santri ini adalah mengubah status penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki).

“Harapannya, para santri nantinya bisa mandiri, memiliki usaha sendiri, bahkan menjadi muzaki yang membantu sesama,” ujar KH Ahmad Darodji, menggarisbawahi tujuan akhir program ini.

Resep Sukses Wirausahawan ala Pesantren

Dalam arahannya, KH Ahmad Darodji membagikan kisah inspiratif Sulaiman Al Rajhi, seorang miliarder dermawan dari Arab Saudi yang memulai usahanya dari nol. Kisah ini menjadi penyemangat bagi para peserta bahwa keterbatasan bukanlah penghalang kesuksesan. Beliau menekankan ada tiga pilar utama yang harus dipegang teguh oleh calon wirausahawan.

Tiga Pilar Kunci Menuju Kesuksesan:

  • Pembelajaran Berkelanjutan: Semangat untuk terus mengasah keterampilan dan beradaptasi dengan tren baru adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang dalam dunia usaha.
  • Kerja Keras dan Disiplin Tinggi: Tidak ada jalan pintas menuju sukses. Usaha yang gigih, konsisten, dan disiplin adalah modal wajib yang tidak bisa ditawar.
  • Menghormati Guru sebagai Jalan Berkah: Mengingat dan menghormati jasa para guru (ahli) yang telah memberikan ilmu adalah sumber keberkahan yang akan membuka pintu rezeki.

Program pelatihan barbershop santri ini menjadi bukti konkret bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat. Para santri kini tidak hanya membawa pulang sertifikat, tetapi juga bekal mental dan visi besar untuk menyongsong masa depan sebagai wirausahawan mandiri dan muzaki masa depan.

Lokasi Berita: BanyumasJawa Tengah
29 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Kalimantan Timur.

Lihat semua artikel →