BRIN Ungkap Teknologi Mitigasi Gempa Canggih dari Jepang

BRIN Ungkap Teknologi Mitigasi Gempa Canggih dari Jepang
BRIN Ungkap Teknologi Mitigasi Gempa Canggih dari Jepang. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil langkah proaktif dalam menghadapi ancaman gempa bumi di Indonesia. Melalui kolaborasi strategis dengan pakar dari Jepang, BRIN mendalami pengembangan teknologi mitigasi gempa yang lebih canggih, terutama untuk sistem peringatan dini dan evaluasi keamanan bangunan pasca-bencana.

Kolaborasi Kunci untuk Penguatan Peringatan Dini

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menegaskan bahwa gempa bumi merupakan ancaman global yang menuntut inovasi berkelanjutan. Dalam webinar internasional yang digelar bersama program SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development), Adrin menyoroti urgensi sistem peringatan dini yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan didukung pemantauan real-time.

“Pengembangan sistem peringatan dini yang efektif dan strategi penyebarannya ke masyarakat menjadi kunci untuk menekan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur,” jelas Adrin. Acara ini menjadi jembatan penting untuk transfer pengetahuan, memperkuat kesiapsiagaan nasional terhadap risiko gempa.

Membedah Sistem Pemantau Kesehatan Gedung (SHM)

Salah satu sorotan utama datang dari Koichi Kusunoki, seorang pakar dari Earthquake Research Institute, The University of Tokyo. Ia memperkenalkan sebuah sistem revolusioner bernama Structural Health Monitoring (SHM) yang dirancang untuk mengevaluasi kerusakan bangunan secara langsung setelah gempa terjadi.

Bagaimana Cara Kerja Sistem SHM?

Sistem ini bertujuan untuk memberikan penilaian cepat dan akurat terhadap kondisi struktur gedung, terutama kapasitasnya untuk menahan gempa susulan. Konsep utamanya adalah penyederhanaan yang membuatnya lebih aplikatif:

  • Biaya Terjangkau: Menggunakan jumlah sensor yang lebih sedikit dibandingkan metode konvensional, sehingga biaya implementasi lebih rendah.
  • Instalasi Praktis: Hanya memerlukan sensor percepatan (accelerometers) yang dipasang pada titik-titik strategis bangunan.
  • Analisis Cepat: Data yang terekam dapat langsung diproses di komputer lapangan tanpa memerlukan model struktur yang rumit.
  • Akurasi Tinggi: Terbukti berhasil digunakan untuk mengevaluasi kondisi bangunan secara efektif pascagempa di Jepang.

Manfaat Utama untuk Keselamatan Publik

Penerapan teknologi mitigasi gempa seperti SHM ini menawarkan solusi konkret untuk mengurangi ketidakpastian pasca-bencana. Manfaatnya mencakup kemampuan untuk menentukan kapasitas sisa bangunan dan mendukung pengambilan keputusan evakuasi, yang pada akhirnya dapat mengurangi jumlah korban dan pengungsi. Potensinya sangat besar untuk diterapkan pada gedung tinggi, fasilitas publik, dan infrastruktur kritis lainnya di Indonesia.

Lokasi Berita: BandungJawa Barat
19 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Kalimantan Timur.

Lihat semua artikel →