Demo Mahasiswa Samarinda Ricuh Bakar Bendera Partai PPP

Demo Mahasiswa Samarinda Ricuh Bakar Bendera Partai PPP
Demo Mahasiswa Samarinda Ricuh Bakar Bendera Partai PPP. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh aliansi mahasiswa di Samarinda berakhir ricuh saat massa membakar atribut partai di depan kantor DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Timur. Insiden ini memicu reaksi keras dari pengurus partai yang menilai tindakan tersebut telah melampaui batas kebebasan berpendapat yang dijamin oleh demokrasi.

Situasi awalnya terkendali saat puluhan mahasiswa memulai aksi dengan menyambangi beberapa kantor partai politik di tingkat provinsi. Namun, tensi meningkat drastis ketika massa tiba di kantor DPW PPP Kaltim di Jalan Juanda, Samarinda. Aksi yang semula damai berubah menjadi panas dengan pembakaran ban bekas, yang kemudian diikuti oleh insiden pembakaran bendera PPP, simbol kebesaran partai.

Sikap Tegas dan Klarifikasi PPP Kaltim

Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua DPW PPP Kaltim, Sobirin, menyatakan kekecewaannya dan mengecam keras tindakan anarkis tersebut. Ia menegaskan bahwa pembakaran simbol partai merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

Pihak PPP Kaltim memberikan beberapa poin penting terkait peristiwa demo mahasiswa Samarinda ricuh tersebut:

  • Klarifikasi Ketidakhadiran: Pengurus PPP menegaskan tidak sedang menghindari demonstran. Pada saat yang sama, sedang berlangsung agenda internal partai se-Kaltim yang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari.
  • Tanpa Pemberitahuan Awal: Pihak partai mengaku tidak menerima surat pemberitahuan resmi mengenai rencana aksi unjuk rasa di kantor mereka, sehingga tidak ada persiapan untuk menerima massa.
  • Pertimbangan Langkah Hukum: Tim hukum PPP Kaltim kini sedang melakukan kajian mendalam untuk merespons insiden ini. Opsi somasi hingga pelaporan hukum yang tegas sedang dipertimbangkan sebagai langkah selanjutnya.

Meskipun insiden ini memicu kemarahan, PPP Kaltim tetap menyatakan menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan kritik. Namun, mereka menggarisbawahi bahwa cara-cara yang merusak dan anarkis, seperti membakar bendera, sangat bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi yang damai. “Silakan sampaikan pendapat, tapi jangan merusak,” tegas Sobirin, menggarisbawahi bahwa demo mahasiswa Samarinda ini telah mencoreng semangat penyampaian aspirasi yang seharusnya konstruktif.

Lokasi Berita: SamarindaKalimantan Timur
29 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Kalimantan Timur.

Lihat semua artikel →