Tim UGM Selidiki Kebakaran Misterius Berulang di Sleman

Tim UGM Selidiki Kebakaran Misterius Berulang di Sleman
Tim UGM Selidiki Kebakaran Misterius Berulang di Sleman. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Tim pakar dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menginvestigasi fenomena kebakaran misterius Sleman yang terjadi berulang kali di rumah Mutfiana (Fia) di Seyegan. Pada Senin (1/6), tim yang meneliti lokasi sejak pekan lalu menyaksikan langsung munculnya api dan menduga kuat fenomena pembakaran spontan (spontaneous ignition) akibat gas tertentu menjadi penyebab dari 73 insiden kebakaran dalam sembilan hari terakhir.

Saksikan Langsung, Pakar UGM Temukan Kejanggalan

Tim peneliti gabungan lintas disiplin dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) FT UGM untuk pertama kalinya melihat langsung peristiwa kebakaran tersebut. “Ini adalah satu satu kejadian yang memang luar biasa ya, kita bisa lihat langsung,” kata Alva Edy Tontowi, ketua tim PKPE FT UGM, saat ditemui di lokasi.

Selama observasi pada hari itu, tim mencatat beberapa kejadian janggal:

  • Sebuah kaos hitam yang tergantung di dalam kamar tiba-tiba tersulut api tanpa pemicu eksternal.
  • Setelah api dipadamkan menggunakan APAR, kaos yang sama kembali mengeluarkan asap tebal kurang dari 30 menit kemudian.
  • Alat detektor suhu menunjukkan peningkatan panas, dan pemindai gas mendeteksi kadar gas Hidrogen (H2) yang terus naik di sekitar kaos tersebut.

“Khusus di ruangan (tempat kaos terbakar) tadi, ruangan yang tengah tadi. Kamar. Nggih, di kamar itu. Itu yang nampaknya konsentrasinya tinggi,” terang Alva.

Dugaan Kuat: Pembakaran Spontan dan Peran Gas Hidrogen

Alva menganalisis bahwa fenomena kebakaran misterius Sleman ini berkaitan dengan pembakaran spontan, di mana suatu bahan dapat memicu panasnya sendiri hingga terbakar. Ini terjadi jika tiga elemen dalam konsep segitiga api—bahan bakar, oksigen, dan panas—mencapai kondisi optimum secara bersamaan. “Segitiga api itu yang posisinya masing-masing kondisi optimum dan di situlah akan menyala. Nah, menyalanya memang di media-media,” jelasnya.

Gas Hidrogen sebagai ‘Tersangka’ Utama

Profesor bidang Ilmu Vulkanologi FT UGM, Agung Harijoko, menyebut gas hidrogen (H2) sebagai ‘tersangka’ utama dalam kasus ini. Namun, sumber dari gas tersebut masih menjadi misteri besar bagi tim. “Kami harus memikirkan lagi adalah sumbernya dari mana? Mekanismenya. Mekanisme pembentukan gas hidrogen ini yang perlu kami telaah lagi,” ucap Agung.

Dugaan ini diperkuat oleh temuan sebelumnya, di mana tim juga mendeteksi adanya gas metana (CH4). Profesor Sarto dari Teknik Kimia FT UGM menambahkan, tim telah mengambil sampel air dari sumur, kolam limbah, dan kamar mandi untuk dianalisis di laboratorium, mengingat area rumah tersebut diduga kuat dulunya adalah rawa.

Faktor Kelistrikan Dipastikan Bukan Penyebab

Untuk memastikan investigasi berjalan komprehensif, tim juga menyertakan Iswandi dari Teknik Elektro UGM. Setelah melakukan pengamatan, Iswandi menyimpulkan bahwa tidak ada anomali kelistrikan maupun medan elektromagnetik kuat di sekitar lokasi yang dapat memicu api. Ia menegaskan, karena titik api muncul secara acak dan tersebar, masalah kelistrikan dapat dikesampingkan sebagai penyebab utama. “Kalau memang itu prosesnya gasnya itu tidak perlu pemantik saya kira tidak ada hubungannya dengan listrik ya,” paparnya.

6 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Indonesia.

Lihat semua artikel →