Mahasiswa HMI Gelar Demo Kenaikan Harga Pertamax di Cikini Jakpus

Mahasiswa HMI Gelar Demo Kenaikan Harga Pertamax di Cikini Jakpus
Mahasiswa HMI Gelar Demo Kenaikan Harga Pertamax di Cikini Jakpus. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Ringkasan Berita:

  • Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berunjuk rasa menolak kenaikan harga Pertamax di Jalan Cikini Raya pada Rabu (10/6/2026) malam.
  • Aksi tersebut diwarnai pembakaran ban dan menyebabkan kemacetan lalu lintas karena menutup sebagian ruas jalan.
  • Pihak kepolisian mengonfirmasi unjuk rasa yang tidak berizin ini bubar sekitar pukul 21.32 WIB dan lalu lintas kembali normal.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat oleh Artificial Intelligence (AI)

Sejumlah massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pustara menggelar demo kenaikan harga Pertamax di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/6/2026) malam. Aksi yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB ini bertujuan memprotes kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di area tersebut.

Kronologi Unjuk Rasa di Cikini

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi protes ini berpusat di depan gerai KFC Cikini. Para demonstran menutup sebagian lajur jalan sambil melakukan orasi, yang berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas Cikini. Suasana memanas ketika massa melakukan aksi bakar ban di tengah jalan, seperti yang terlihat dalam unggahan akun Instagram @jabodetabek24info.

Aksi ini merupakan respons langsung terhadap keputusan PT Pertamina (Persero) yang menaikkan harga BBM. Berikut adalah rincian kenaikan harga yang memicu protes tersebut:

  • Harga Pertamax: Naik menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.
  • Harga Pertamax Green: Naik menjadi Rp 17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Kondisi ini menambah daftar dampak kenaikan Pertamax yang dirasakan masyarakat, terutama kalangan menengah yang bergantung pada BBM non-subsidi untuk mobilitas sehari-hari.

Keterangan Resmi Pihak Kepolisian

Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan bahwa unjuk rasa HMI tersebut terkait penolakan terhadap isu harga BBM naik. Ia menegaskan bahwa demonstrasi ini tidak memiliki pemberitahuan resmi sebelumnya kepada pihak kepolisian.

“Aksi dilaksanakan dengan menutup setengah Lajur Jalan Cikini Raya dan mengakibatkan arus lalu lintas tersendat,” ujar Braiel dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu malam. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut digelar tanpa izin.

Meskipun sempat menyebabkan kepadatan, aksi unjuk rasa berakhir dengan kondusif. “Pukul 21.32 WIB, massa membubarkan diri, selanjutnya arus lalu lintas Jalan Cikini Raya kembali normal,” pungkas Braiel.

Lokasi Berita: JakartaDKI Jakarta
65 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Indonesia.

Lihat semua artikel →