Sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir digemparkan oleh fenomena sinkhole Indonesia, atau tanah amblas, yang merusak infrastruktur vital dan lahan pertanian. Insiden ini, mulai dari amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya pada 2018 hingga lubang raksasa di Gianyar Bali pada 2023, terjadi akibat faktor geologis seperti pelarutan batuan kapur serta kegagalan infrastruktur bawah tanah di perkotaan.
Penyebab Utama Sinkhole di Indonesia
Secara ilmiah, sinkhole atau tanah amblas terbentuk ketika ada rongga di bawah permukaan tanah yang runtuh. Di Indonesia, penyebab utamanya dapat dibedakan menjadi dua kategori:
- Proses Geologis Alami: Umumnya terjadi di kawasan dengan batuan mudah larut seperti batuan kapur (karst). Air hujan yang meresap ke tanah secara perlahan melarutkan batuan tersebut, menciptakan gua atau rongga bawah tanah. Ketika atap rongga ini tidak lagi kuat menahan beban di atasnya, tanah pun amblas.
- Faktor Antropogenik (Aktivitas Manusia): Di area perkotaan, sinkhole sering kali dipicu oleh kegagalan infrastruktur bawah tanah. Pipa saluran air atau gorong-gorong yang tua dan bocor dapat menyebabkan erosi tanah di sekitarnya secara terus-menerus, yang pada akhirnya membuat struktur jalan di atasnya runtuh.
Kronologi Kejadian Sinkhole Menggemparkan di Berbagai Daerah Indonesia
Berikut adalah beberapa catatan insiden tanah amblas yang pernah terjadi dan menjadi sorotan publik di Indonesia:
-
Jalan Raya Gubeng, Surabaya (Desember 2018)

gambar:jatimnow.com
Salah satu insiden paling viral terjadi ketika sebagian badan Jalan Raya Gubeng, urat nadi lalu lintas Surabaya, tiba-tiba amblas. Lubang masif yang muncul di dekat RS Siloam ini melumpuhkan total akses transportasi dan memicu kepanikan publik.
-
Area Pertanian Maros & Sukabumi (2019)

gambar: upnyk.ac.id
Fenomena serupa menyasar sektor agrikultur pada 2019. Di Desa Lebbotengae, Maros, Sulawesi Selatan, sebuah lubang besar terbentuk di tengah sawah, sangat terkait dengan bentang alam karst di wilayah tersebut. Pada tahun yang sama, tanah amblas juga muncul di persawahan Sukabumi, Jawa Barat, yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga.
-
Jalur Wisata Tegallalang, Gianyar (September 2023)

gambar: jpnn.com
Pada 13 September 2023, sebuah lubang raksasa dengan diameter sekitar 30 meter dan kedalaman mencapai 70 meter menganga di Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Kejadian ini tidak hanya merusak jaringan irigasi subak, tetapi juga memutus jalur pariwisata penting di Bali.
-
Lubang Biru di Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Januari 2026)

gambar: promediateknologi.id
Warga Nagari Situjuah Batua dihebohkan oleh kemunculan lubang sedalam 5,7 meter di area pertanian pada 4 Januari 2024. Keunikan fenomena sinkhole Indonesia kali ini adalah lubang yang terisi air berwarna kebiruan akibat proses geologis alami, membuatnya viral di media sosial.
-
Amblesan Meluas di Aceh Tengah (Januari – Februari 2026)

gambar: antaranews.com
Bencana tanah amblas yang mengkhawatirkan terjadi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol. Sebuah lubang raksasa akibat pengikisan air yang intens terus meluas dengan cepat ke arah perkebunan dan permukiman, memaksa pemerintah daerah mengeluarkan peringatan kewaspadaan tinggi.
-
Jalan Ambles di Lenteng Agung, Jakarta (Mei 2026)

gambar:detik.com
Pada akhir Mei 2024, arus lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, lumpuh akibat jalan ambles. Sebuah lubang sedalam 3 meter dengan panjang 16 meter dan lebar 3 meter terbentuk di atas saluran air penghubung Kali PHB UI menuju Sungai Ciliwung.
Rentetan kejadian ini menjadi pengingat serius akan dinamika geologis dan pentingnya keandalan infrastruktur bawah tanah. Mitigasi risiko, melalui pemetaan geologis yang akurat serta pemeliharaan rutin infrastruktur perkotaan, merupakan langkah krusial untuk mencegah terulangnya kejadian tanah amblas yang dapat mengancam keselamatan publik.