Warga Desa Adat Jegu di Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali, dihebohkan oleh kemunculan bola api misterius yang dilaporkan terlihat hampir setiap malam. Fenomena yang terjadi di sejumlah lokasi sakral ini menjadi viral di media sosial, menarik perhatian warga luar desa untuk menyaksikannya secara langsung. Pihak desa adat pun mengambil langkah spiritual dan pengamanan untuk menjaga ketertiban serta kesucian wilayah.
Kronologi Kemunculan Bola Api
Bendesa Adat Jegu, Ida Bagus Komang Gangga, membenarkan bahwa fenomena ini bukanlah hal baru. Ia menjelaskan kronologi kemunculan bola api tersebut yang terjadi dalam beberapa fase.
- Awal Kemunculan: Fenomena pertama kali terjadi sekitar empat bulan yang lalu, kemudian sempat berhenti.
- Muncul Kembali: Bola api kembali terlihat sekitar 10 hari setelah upacara ngaben (kremasi) seorang lansia yang meninggal di kawasan Gunung Batukaru.
- Waktu dan Lokasi: Kemunculan kerap terjadi pada malam hari, antara pukul 19.00 WITA hingga 23.00 WITA. Lokasinya berpindah-pindah di area yang dianggap angker seperti setra (kuburan), Pura Prajapati, perempatan jalan, hingga perbatasan desa.
Kaitan Spiritual dan Upaya Niskala Desa Adat
Menurut kepercayaan sebagian warga, fenomena ini sering muncul saat ada peristiwa kematian tidak wajar atau yang dalam istilah Bali dikenal sebagai ulah pati. Untuk menyikapi kegelisahan dan mencari petunjuk, pihak desa adat berkonsultasi dengan para tetua serta seorang pedanda (pemuka agama Hindu).
“Fenomena ini sudah pernah terjadi empat bulan lalu, kemudian sempat berhenti. Muncul kembali sekitar 10 hari setelah upacara ngaben seorang lansia yang meninggal di kawasan Gunung Batukaru,” jelas Ida Bagus Komang Gangga.
Berdasarkan petunjuk niskala (gaib) yang diterima, desa adat kemudian melaksanakan upacara pecaruan Eka Sata di Pura Kahyangan Desa dan Pura Prajapati. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan dan menyeimbangkan alam secara spiritual. “Setelah pecaruan dilakukan, fenomena mulai berkurang. Kalau muncul pun hanya sesekali, dan cahayanya berubah menjadi putih,” ungkapnya.
Pandangan Pribadi Bendesa Adat
Secara pribadi, Ida Bagus Komang Gangga berpendapat bahwa bola api misterius tersebut lebih merupakan manifestasi energi spiritual, bukan perbuatan manusia yang mempelajari ilmu hitam (pengeleakan). “Logikanya, tidak mungkin manusia sakti atau yang mempelajari ilmu leak keluar di jam-jam seperti itu. Dan itu sudah rahasia umum di Bali,” jelasnya.
Antisipasi Dampak Viral
Menyusul viralnya fenomena ini, Desa Adat Jegu mengerahkan pecalang (petugas keamanan adat) untuk berjaga di sekitar lokasi. Langkah ini diambil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, terutama dari pengunjung luar yang datang karena penasaran.
Pihak desa khawatir ada pengunjung yang melakukan tindakan tidak pantas dan mengganggu kawasan yang disakralkan. Meski demikian, Ida Bagus Komang Gangga memastikan bahwa suasana di desanya tetap kondusif dan tidak ada kepanikan di kalangan warga setempat.
@tabanannewstoday Viral…‼️ Sejumblah warga di gegerkan dengan penampakan bola api yang terbang di atas pohon dugaan sementar bola api tersebut merupakan jelmaan dari orang yang mempelajari ilmu sepiritual ( Leak ). Namun untuk lokasi dan kapan kejadiannya belum di ketahui pasti.. menurut semeton itu api apa…? mari kita bahas di kolom komentar… #tabanannewstoday #tabanan #bali #informasi #berita