Guru PPPK di Tapteng Digerebek Warga Akibat Dugaan Asusila Siswa

Guru PPPK di Tapteng Digerebek Warga Akibat Dugaan Asusila Siswa
Guru PPPK di Tapteng Digerebek Warga Akibat Dugaan Asusila Siswa. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Ringkasan Berita:

  • Seorang guru PPPK di Tapanuli Tengah berinisial JS digerebek warga karena diduga berbuat asusila dengan siswanya sendiri.
  • Pihak sekolah telah melaporkan insiden ini ke Dinas Pendidikan sebulan lalu, namun belum ada tindakan tegas yang diambil.
  • Akibat kejadian ini, siswa yang terlibat berhenti sekolah sementara oknum guru tersebut diusir dari desa setempat.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat oleh Artificial Intelligence (AI)

Dunia pendidikan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dihebohkan oleh kasus dugaan asusila yang melibatkan seorang guru berstatus PPPK, JS, dengan murid laki-lakinya, TN. Peristiwa ini memuncak saat warga setempat melakukan penggerebekan terhadap JS, yang mengajar Bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Pandan, karena dicurigai menjalin hubungan terlarang. Meskipun laporan resmi telah dilayangkan sebulan lalu, Dinas Pendidikan Tapteng terkesan lamban dalam menangani dugaan pelanggaran disiplin ASN P3K ini.

Kronologi Penggerebekan dan Pengakuan Oknum Guru

Kepala Desa Sitio-Tio Hilir, Maryono Pasaribu, mengonfirmasi insiden penggerebekan yang terjadi pada malam hari. Ia turun tangan untuk mencegah amukan massa dan memediasi situasi.

“Awalnya saya mendapat laporan dari Kepling melalui handphone, bahwa massa sudah berdatangan dan mengamuk di lokasi kejadian sekitar pukul 23.00 WIB. Kami tanya langsung ke oknum guru itu, apakah benar kejadian itu? Dia (JS) pun mengakuinya,” ungkap Maryono pada Senin (8/6/2026). Mediasi yang berlangsung hingga dini hari tersebut akhirnya membatalkan wacana pernikahan demi melindungi masa depan TN yang masih di bawah umur.

Konfirmasi dan Riwayat Perilaku dari Pihak Sekolah

Kepala SMP Negeri 3 Pandan, Rosnauli Sibuea, membenarkan adanya skandal guru dan murid tersebut. Menurutnya, perilaku tidak wajar JS sudah terdeteksi sejak enam bulan sebelumnya. Pihak sekolah telah berupaya melakukan mediasi sebanyak tiga kali.

“Ibu Jusnaida Simanjuntak mengaku berpacaran dengan siswa TN ini. Bahkan, mereka sempat digerebek oleh warga setempat. Waktu itu Pak Kades datang sekitar jam 12 malam, lalu diproses sampai jam 2 atau jam 3 pagi di balai desa,” ujar Rosnauli kepada wartawan, Selasa (9/6/2026). Rosnauli menambahkan bahwa JS juga pernah meresahkan orang tua murid karena membawa siswa keluar hingga larut malam tanpa izin.

Lambatnya Respons Dinas Pendidikan

Pihak sekolah, atas desakan dari orang tua JS sendiri, telah mengirimkan surat permohonan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait kasus guru PPPK tapanuli tengah ini. Namun, setelah satu bulan berlalu, belum ada tindak lanjut signifikan.

  • Laporan Dikirim: Surat BAP dikirim ke Dinas Pendidikan Tapteng sekitar sebulan yang lalu.
  • Desakan Keluarga: Pelaporan dilakukan atas permintaan tegas dari orang tua JS yang mengancam akan melaporkan pihak sekolah jika tidak bertindak.
  • Penantian: Pihak sekolah masih menunggu proses verifikasi dan pemanggilan dari dinas terkait.

“Surat BAP sudah satu bulan dikirim ke Dinas. Biasanya, setelah surat dilayangkan, akan ada verifikasi dan pemanggilan. Sampai saat ini kami masih menunggu respons Dinas,” pungkas Rosnauli.

Sanksi Sosial dan Dampak pada Siswa

Insiden guru asusila tapteng ini membawa dampak serius. Siswa TN dilaporkan telah berhenti sekolah dan pergi merantau. Sementara itu, oknum guru JS telah menerima sanksi sosial dari masyarakat.

“Informasi terakhir yang kami dapat, siswa yang bersangkutan (TN) saat ini sudah pergi merantau. Sementara oknum guru sudah tidak lagi tinggal di wilayah desa kami,” jelas Kepala Desa Maryono Pasaribu. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah maupun dari JS terkait persoalan ini.

15 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Indonesia.

Lihat semua artikel →