Kemenag Balikpapan Bongkar Modus Penipuan Travel Haji Setara Bintang Lima

Kemenag Balikpapan Bongkar Modus Penipuan Travel Haji Setara Bintang Lima
Kemenag Balikpapan Bongkar Modus Penipuan Travel Haji Setara Bintang Lima. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, melalui Kepala Kantor Suharto Baijuri, secara resmi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan travel haji. Peringatan ini dikeluarkan menyusul terungkapnya kasus skala nasional oleh sebuah biro perjalanan yang merugikan jemaah hingga Rp 60 miliar, menyoroti modus operandi licik mulai dari iming-iming fasilitas palsu hingga skema keuangan yang tidak sehat.

Mengenali Modus Travel Haji Nakal

Suharto Baijuri memaparkan bahwa banyak calon jemaah terjerat oleh penawaran yang tampak menggiurkan namun tidak masuk akal. Pelaku dari biro perjalanan haji bodong ini kerap menyasar masyarakat awam dengan trik pemasaran yang menyesatkan, seringkali dengan pola yang mirip dengan penipuan umrah.

Jebakan Istilah ‘Setara Bintang Lima’

Salah satu modus travel haji nakal yang paling umum adalah penggunaan kata “setara” dalam materi promosi untuk mengelabui calon jemaah. Istilah ini menjadi celah bagi biro perjalanan untuk menyediakan fasilitas yang jauh dari standar yang dijanjikan.

“Kalau di brosur tertulis akomodasi ‘setara bintang 4 atau 5’, itu trik marketing. Artinya bukan menginap di hotel bintang 5 asli, melainkan persamaan yang sepihak. Banyak yang akhirnya terdampar di hotel bintang 2 karena ketidaktahuan ini,” ungkap Suharto.

Skema Keuangan ‘Gali Lubang Tutup Lubang’

Struktur keuangan yang tidak transparan menjadi bendera merah lainnya. Banyak kasus jemaah terlantar disebabkan oleh penyalahgunaan dana setoran oleh pemilik travel untuk kepentingan pribadi atau menutupi kerugian bisnis lain. Modus operandi keuangannya meliputi:

  • Dana setoran jemaah tidak dikelola secara profesional dan disalahgunakan.
  • Uang pendaftaran dipakai untuk membiayai gaya hidup mewah pemilik.
  • Mengadopsi skema ponzi ‘gali lubang tutup lubang’ untuk menutupi biaya operasional jelang keberangkatan.

“Bisa jadi uang haji ini terserap ke tempat lain karena perusahaannya bangkrut, lalu dipakai sistem gali lubang tutup lubang. Begitu jatuh tempo hari-H keberangkatan, mereka tidak bisa menutupi biaya operasional hotel dan tiket pesawat,” jelas Suharto.

Langkah Proaktif: Cara Cek Travel Haji Resmi

Untuk melindungi diri, Kemenag menekankan pentingnya verifikasi sebelum melakukan transaksi. Masyarakat diimbau untuk proaktif melakukan cara cek travel haji resmi melalui kanal yang disediakan pemerintah. Suharto menegaskan bahwa legalitas sebuah biro perjalanan dapat diperiksa secara mandiri dan mudah.

“Masyarakat silakan datang dan tanyakan langsung keberadaan travel tersebut di Kementerian Haji, atau cek melalui aplikasi Satu Haji. Kalau memiliki izin operasional resmi, silakan lanjut,” tegasnya.

Suharto menambahkan pentingnya tindakan pencegahan. “Jangan kalau sudah tertipu dan terlantar baru mengadu. Datanglah sebelum membayar. Kalau travelnya berizin resmi, jika terjadi masalah di kemudian hari, kami memiliki wewenang penuh untuk memanggil pengurusnya dan mencabut izin operasional mereka,” pungkasnya.

22 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Indonesia.

Lihat semua artikel →