Namanya Dicatut di Demo, Wali Kota Samarinda Ungkap Skenario Adu Domba

Namanya Dicatut di Demo, Wali Kota Samarinda Ungkap Skenario Adu Domba
Namanya Dicatut di Demo, Wali Kota Samarinda Ungkap Skenario Adu Domba. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan klarifikasi tegas terkait narasi yang mengaitkan dirinya dengan unjuk rasa “Aksi Damai 215” terhadap Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud. Bantahan ini muncul setelah sebuah potongan video viral di media sosial, di mana nama Andi Harun disebut oleh salah satu peserta aksi.

Analisis di Balik Video Viral dan Tuduhan Keterlibatan

Andi Harun menyebut upaya mengaitkan dirinya dengan demonstrasi tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan jauh dari kaidah jurnalistik profesional. Ia menduga ada upaya sistematis untuk membelokkan fakta dan menciptakan persepsi negatif di mata publik.

Dugaan Framing dan Penggiringan Opini

Menurut analisisnya, video yang beredar bukanlah rekaman spontan. Ada indikasi kuat bahwa oknum tertentu secara sengaja mengatur percakapan untuk ‘menjebak’ peserta aksi agar menyebut namanya. “Saat dicermati, sepertinya memang ada orang yang sadar dan sengaja mengatur pertanyaan kepada peserta aksi mengenai nama saya,” ujar Andi Harun. Tindakan ini, dalam ilmu komunikasi politik, dikenal sebagai framing, yakni membingkai sebuah isu untuk menggiring opini publik ke arah yang diinginkan.

Menepis Isu Adu Domba dengan Gubernur Kaltim

Lebih jauh, Andi Harun mensinyalir adanya skenario politik adu domba yang sengaja dirancang untuk membenturkan dirinya dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Isu ini ditepis mentah-mentah, di mana Wali Kota Samarinda bantah demo tersebut diinisiasi atau didanai oleh pihaknya. “Patut diduga ini sengaja ingin mengadu domba saya dengan Pak Gubernur,” tegasnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan baik dengan Pemerintah Provinsi Kaltim. Berikut adalah poin-poin penegasan dari Andi Harun:

  • Hubungan Harmonis: Komunikasi dan sinergi kerja antara Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim berjalan sangat baik, terutama dalam urusan pemerintahan dan akselerasi pembangunan daerah.
  • Integritas Politik: Dengan pengalaman 30 tahun di dunia politik, ia mengklaim tidak pernah menggunakan cara-cara yang tidak etis atau “tidak intelek” untuk mencapai tujuan politik.
  • Fokus Pembangunan: Dirinya tidak memiliki kepentingan apa pun dari kegaduhan yang timbul dan lebih memilih fokus pada tugasnya melayani masyarakat Samarinda.

Imbauan untuk Menjaga Kondusivitas Daerah

Meskipun Wali Kota Samarinda bantah demo tersebut melibatkan dirinya, ia tetap menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Namun, ia berpesan agar setiap aksi dilakukan dengan cara yang tertib, damai, dan tidak mengganggu stabilitas serta suasana kondusif di Kaltim. “Persatuan dan suasana kondusif daerah adalah pondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan,” pungkasnya, mengingatkan bahwa stabilitas adalah kunci keberhasilan pembangunan.

Lokasi Berita: SamarindaKalimantan Timur
10 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Kalimantan Timur.

Lihat semua artikel →