Ringkasan Berita:
- SMPN 24 Kota Jambi membenarkan siswinya terlibat dalam video perkelahian yang viral di media sosial pada Jumat (19/6/2026).
- Insiden perkelahian tersebut dipicu oleh aksi saling sindir di antara para siswi kelas VIII yang terlibat.
- Pihak sekolah telah memanggil siswi terkait beserta orang tuanya untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.
Pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 24 Kota Jambi pada Jumat (19/6/2026) secara resmi mengonfirmasi keterlibatan beberapa pelajarnya dalam insiden perkelahian siswi SMP Jambi yang rekamannya menjadi video viral Jambi di berbagai platform media sosial. Insiden kekerasan yang terjadi di depan sebuah rumah kosong ini diduga kuat berawal dari aksi saling sindir antar siswi.
Konfirmasi Resmi dari Pihak Sekolah
Dewi, Guru Bimbingan Konseling (BK) SMP Negeri 24 Kota Jambi, memberikan klarifikasi langsung saat dikonfirmasi oleh media. Beliau membenarkan bahwa beberapa remaja dalam video tersebut adalah siswi aktif di sekolahnya, meskipun tidak semua yang terekam berasal dari sekolah yang sama. Penegasan ini menjawab spekulasi yang beredar luas di masyarakat setelah video tersebut viral.
Klarifikasi Jumlah Siswa yang Terlibat
Pihak sekolah melakukan identifikasi internal dan menemukan fakta bahwa hanya empat orang yang merupakan siswi mereka. “Hanya empat orang yang siswa kita,” ujar Dewi. Beliau menambahkan bahwa siswi yang terekam jelas sedang berkelahi fisik memang merupakan peserta didik dari SMPN 24. “Yang berkelahi itu siswi kami, selebihnya bukan murid kami,” tegasnya. Para siswi yang terlibat diketahui masih duduk di bangku kelas VIII.
Pemicu Perkelahian dan Upaya Penanganan
Insiden ini menjadi cerminan tantangan terkait kenakalan remaja yang perlu ditangani secara serius. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun sekolah, akar masalah dari perkelahian ini adalah hal yang kerap terjadi di kalangan remaja.
- Pemicu Utama: Aksi saling sindir yang berlarut-larut antar siswi memicu emosi hingga berujung pada konfrontasi fisik.
- Lokasi Kejadian: Perkelahian direkam di depan sebuah rumah kosong berpagar seng, jauh dari pengawasan sekolah.
- Penyebaran: Video kejadian direkam oleh rekan mereka dan dengan cepat menyebar luas di media sosial, menimbulkan keprihatinan publik.
Menanggapi insiden yang dapat dikategorikan sebagai kasus perundungan ini, pihak sekolah tidak tinggal diam. Langkah cepat diambil dengan melakukan pembinaan siswa secara intensif. Sekolah telah memanggil para siswi yang terlibat beserta orang tua masing-masing untuk mencari solusi bersama dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Koordinasi dengan orang tua dianggap krusial untuk memastikan pengawasan dan bimbingan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah.