Ringkasan Berita:
- Bali menjadi tuan rumah Kejuaraan Karate Asia ke-22 pada 18-21 Juni 2026, diikuti lebih dari 400 atlet dari 33 negara.
- Indonesia menurunkan 22 atlet karate terbaiknya, termasuk Cok Istri Agung Sanistyarani, untuk bersaing di ajang bergengsi ini.
- Kejuaraan ini menjadi jalur kualifikasi utama menuju Karate World Cup bagi tiga tim beregu terbaik.
Bali secara resmi menjadi tuan rumah Kejuaraan Karate Asia 2026 atau AKF Senior Championships ke-22, yang dibuka oleh Gubernur Wayan Koster di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Kamis, 18 Juni 2026. Ajang bergengsi yang berlangsung hingga 21 Juni ini diikuti lebih dari 400 atlet dari 33 negara untuk memperebutkan gelar juara Asia dan tiket kualifikasi Karate World Cup.
Indonesia Turunkan Skuad Terbaik Hadapi Pesaing Asia
Sebagai tuan rumah, Indonesia mempersiapkan kekuatan penuh dengan menurunkan 22 atlet karate Indonesia pilihan untuk menghadapi persaingan tingkat elite. Dari puluhan wakil Merah Putih, tiga di antaranya merupakan karateka asal Bali, termasuk Cok Istri Agung Sanistyarani yang akan bertanding di nomor kumite putri kelas 55 kilogram. Kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Hadi Tjahjanto.
“Kehormatan besar bagi saya menyambut atlet dan delegasi dari seluruh Asia di Pulau Bali yang indah. Indonesia sangat bangga menjadi tuan rumah dengan menghadirkan lebih dari 400 atlet pada kejuaraan ini. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan kekuatan persaudaraan karate di Asia,” kata Hadi Tjahjanto dalam sambutannya.
Sistem Kompetisi dan Perebutan Tiket World Cup
Kompetisi tahun ini menjanjikan persaingan yang sangat ketat karena menjadi ajang kualifikasi krusial. Menggunakan format sistem gugur, kejuaraan ini mempertandingkan 12 nomor individu, empat nomor beregu, serta kategori Para Karate. Sorotan utama tertuju pada kategori beregu, di mana tiga tim terbaik akan secara otomatis mengamankan tempat di ajang Karate World Cup mendatang.
Tantangan dari Para Juara Bertahan
Tantangan bagi para atlet, termasuk wakil Indonesia, tidaklah mudah. Sebanyak 11 juara bertahan Asia dari edisi sebelumnya kembali hadir untuk mempertahankan gelar mereka. Selain itu, negara-negara yang dikenal sebagai raksasa karate Asia turut berpartisipasi, di antaranya:
- Jepang
- Iran
- Kazakhstan
- Vietnam
- Thailand
- Arab Saudi
Apresiasi Internasional untuk Penyelenggaraan di Bali
Penyelenggaraan turnamen skala internasional ini mendapat respons positif dari federasi tingkat Asia. Vice President Asian Karate Federation (AKF), Rashid Al Ali, secara khusus memuji dukungan infrastruktur dan keramahan yang ditunjukkan Indonesia. “Merupakan suatu kehormatan menyambut Anda semua di Bali. Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, gubernur, dan Pemerintah Indonesia atas fasilitasi serta dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini,” ujar Rashid Al Ali.
Hadi Tjahjanto menambahkan bahwa Bali adalah lokasi yang sempurna karena perpaduan unik antara budaya, alam, dan masyarakatnya. “Mudah-mudahan para atlet dan delegasi mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dari keindahan Bali, budayanya, dan keramahan masyarakatnya. Kepada para atlet, berikan yang terbaik dan raihlah pengalaman terbaik di atas tatami,” tutupnya.