Atlet taekwondo Indonesia, Natanael Rikoo Arisandi, berhasil membawa pulang medali perak dari kejuaraan 2026 Chuncheon Korea Open International Taekwondo Championships di Korea Selatan. Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) ini sukses melaju hingga babak final.
Dalam kompetisi yang digelar pada 18–19 Juli 2026 di Songam Sports Town Air Dome, Chuncheon, Natanael tampil pada kategori Kyorugi Under 58 Senior Putra. Ia berhasil melewati persaingan ketat dengan atlet dari berbagai negara sebelum akhirnya mengamankan posisi kedua. Kabar prestasi ini dipublikasikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V pada Rabu, 29 Juli 2026.
Perjalanan di Balik Medali Internasional
Kyorugi, nomor yang diikuti Natanael, adalah kategori pertarungan langsung yang mempertemukan dua atlet. Kemenangan ditentukan oleh poin dari teknik serangan yang sah. Kategori ini menuntut kemampuan membaca gerakan lawan, menentukan waktu menyerang, dan menjaga pertahanan dalam waktu singkat.
Keberhasilan Natanael mencapai final menunjukkan kemampuannya menjaga performa konsisten dalam beberapa tahap pertandingan. Menurutnya, kesempatan bertanding di Korea Selatan menjadi pengalaman penting untuk mengukur kemampuan sekaligus bahan evaluasi untuk kompetisi berikutnya.
Di luar arena, Natanael adalah mahasiswa aktif Program Studi Sistem Informasi. Ia juga merupakan kader Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo di UKDW, tempatnya berlatih dan membangun disiplin di tengah kesibukan akademik. Menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan atlet membutuhkan manajemen waktu yang baik antara jadwal latihan, kuliah, dan pemulihan.
Pihak UKDW menyebut prestasi ini lahir dari kerja keras, disiplin, dan komitmen Natanael dalam menyeimbangkan studi dengan latihan. Kampus menyatakan dukungan terhadap kegiatan nonakademik sebagai bagian dari pengembangan mahasiswa secara menyeluruh.
Pengalaman menghadapi atlet internasional juga memberinya pelajaran berharga. Natanael dan pelatihnya kini dapat mengevaluasi teknik, strategi, serta mental bertanding untuk persiapan kejuaraan di masa depan. Medali perak ini pun menjadi motivasi baginya untuk terus berlatih demi menjaga konsistensi sambil menyelesaikan tanggung jawab akademiknya.