Dosen UBSI Bekali Santri Jurus Jitu Taklukkan Dunia Digital

Dosen UBSI Bekali Santri Jurus Jitu Taklukkan Dunia Digital
Dosen UBSI Bekali Santri Jurus Jitu Taklukkan Dunia Digital. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Di era digital yang serba terhubung, santri tidak hanya dituntut untuk mendalami ilmu agama, tetapi juga harus cakap dalam menavigasi dunia siber. Menjawab tantangan ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak melalui program pengabdian masyarakat, membekali para santri dengan pengetahuan esensial agar mampu bertahan dan bahkan berdakwah secara efektif di dunia maya.

Inisiatif ini diwujudkan dalam pelatihan bertajuk “Unlock Your Potential: Technology Empowering” yang diikuti oleh 15 santri dari Pondok Pesantren Kanzul Khairaat. Kegiatan ini bertujuan mengubah paradigma santri dari sekadar konsumen teknologi menjadi kreator konten yang positif dan berdaya.

Mengapa Literasi Digital Penting bagi Santri?

Santri merupakan calon pemimpin dan panutan di masyarakat. Kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi secara bijak akan berdampak luas. Tanpa pemahaman yang kuat, dunia siber bisa menjadi sumber ancaman seperti hoaks, penipuan online, hingga radikalisme. Oleh karena itu, membangun fondasi literasi digital santri yang kokoh menjadi sebuah keniscayaan.

“Teknologi bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas syiar kebaikan,” ujar Muhamad Syarif, ketua pelaksana kegiatan. Ia menegaskan bahwa adaptasi teknologi yang bertanggung jawab adalah kunci agar santri bisa memberikan kontribusi nyata.

Bekal Praktis untuk Menjadi Santri Digital

Tim dosen UBSI yang terdiri dari Muhamad Syarif, Muhammad Rezki, dan Weiskhy Steven Dharmawan, memberikan serangkaian materi praktis yang dirancang khusus untuk kebutuhan para santri. Beberapa materi krusial yang dibahas meliputi:

Membangun Benteng Pertahanan Diri di Dunia Maya

Para santri diajarkan berbagai teknik untuk melindungi diri dari ancaman siber. Materi ini mencakup:

  • Identifikasi Ancaman: Cara mengenali upaya penipuan (phishing), berita bohong (hoaks), dan konten negatif lainnya.
  • Manajemen Jejak Digital: Memahami bagaimana informasi pribadi terekam di internet dan cara mengelolanya.
  • Keamanan Akun: Praktik membuat kata sandi yang kuat dan mengamankan akun media sosial dari peretasan.

Memanfaatkan Teknologi untuk Kebaikan

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pertahanan, tetapi juga pada aspek proaktif. Para peserta dibimbing untuk membangun citra diri yang positif (personal branding) di media sosial. Kemampuan ini sangat penting untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman secara lebih luas dan profesional, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital santri secara keseluruhan.

Kegiatan yang turut didukung oleh mahasiswa Riski Alfadil Anugra dan Putri Nabila Zahira ini menjadi bukti komitmen UBSI Pontianak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memastikan generasi muda, termasuk para santri, siap menghadapi kompleksitas era digital.

Lokasi Berita: PontianakKalimantan Barat
17 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Kalimantan Timur.

Lihat semua artikel →