Waspada! PBNU Bagikan Cara Selektif Memilih Pesantren yang Aman

Waspada! PBNU Bagikan Cara Selektif Memilih Pesantren yang Aman
Waspada! PBNU Bagikan Cara Selektif Memilih Pesantren yang Aman. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Mencuatnya sejumlah kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berbasis agama telah memicu keresahan publik dan menjadi fokus evaluasi serius di kalangan pondok pesantren. Menanggapi hal ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menekankan pentingnya evaluasi internal tanpa melakukan generalisasi terhadap seluruh lembaga pesantren yang ada.

Evaluasi Menyeluruh, Bukan Stigma Negatif

Menurut KH Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib), Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Besuk, Pasuruan, kasus yang terjadi harus menjadi cermin bagi semua pihak. Ia menegaskan bahwa esensi pendidikan pesantren adalah menanamkan adab dan akhlak, bukan sekadar transfer ilmu formal. “Persoalan ini harus menjadi evaluasi bersama. Namun, jangan sampai menggeneralisasi bahwa semua pesantren bermasalah,” ujarnya.

Data dari Catatan Tahunan Komnas Perempuan memang menunjukkan urgensi masalah ini, di mana pesantren menempati urutan kedua (17,52%) dalam kasus kekerasan seksual di ranah pendidikan antara 2020-2024. Fakta ini mendorong PBNU untuk mengambil langkah strategis.

Langkah Konkret PBNU dalam Mitigasi Kekerasan

Sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan, PBNU telah menginisiasi beberapa program untuk memperkuat sistem keamanan dan tata kelola di lingkungan pesantren.

1. Pembentukan Tim Mitigasi & Satgas SAKA

PBNU telah membentuk tim mitigasi serta Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA). Menurut Ketua PBNU Alissa Wahid, mandat ini bertujuan untuk memimpin inisiatif transformasi menuju budaya nir-kekerasan di pesantren. Langkah ini penting agar orang tua bisa lebih selektif memilih pesantren yang terjamin keamanannya.

2. Kembali ke Pakem Tradisional

Gus Muhib menyoroti bahwa para ulama salaf telah mewariskan sistem pendidikan yang terbukti aman. Kunci utamanya adalah:

  • Pemisahan yang tegas antara asrama santri putra dan putri.
  • Adanya batasan yang jelas dalam interaksi antara pendidik dan santri, terutama santri perempuan.

“Persoalan sering muncul ketika sebagian pesantren mulai bergeser dari tradisi dan pakem yang diwariskan para ulama,” jelas Gus Muhib, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriyah PBNU.

Panduan Orang Tua: Cara Tepat Memilih Pesantren

Bagi orang tua yang hendak menitipkan anaknya di pesantren, Gus Muhib memberikan beberapa panduan penting untuk menjadi pertimbangan utama.

  • Periksa Sanad Keilmuan Pengasuh: Pilihlah pesantren yang diasuh oleh ulama dengan silsilah keilmuan (sanad) yang jelas dan terpercaya.
  • Utamakan Pesantren Bereputasi Baik: Cari tahu rekam jejak pesantren tersebut. Pesantren besar seperti Sidogiri, Lirboyo, Ploso, hingga Tebuireng adalah contoh lembaga yang telah lama dipercaya masyarakat dan memiliki tradisi kuat.
  • Amati Sistem Pendidikan & Pengasuhan: Saat melakukan survei, perhatikan bagaimana penerapan aturan, terutama yang berkaitan dengan interaksi dan pemisahan santri. Ini adalah bagian krusial dari proses selektif memilih pesantren yang aman.

Dengan menjadi lebih teliti dan kritis, orang tua dapat menemukan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aman dan kondusif untuk pembentukan karakter anak.

Lokasi Berita: PasuruanJawa Timur
33 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Kalimantan Timur.

Lihat semua artikel →