Jabari Brown, pilot asal Jamaika-Amerika yang memenangkan jet pribadi dalam tantangan YouTube MrBeast, ditahan sementara di Paraguay akhir pekan lalu. Penahanan ini terkait penyitaan 261,6 kilogram ganja dari sebuah pesawat berbeda di Bandara Internasional Silvio Pettirossi, dekat Asunción. Brown, yang bertugas sebagai co-pilot di penerbangan tersebut, kemudian dibebaskan pada 1 Juni setelah pihak berwenang menyatakan tidak ada cukup bukti keterlibatannya.
Kronologi Penahanan dan Penemuan Narkoba
Insiden ini menambah babak tak terduga dalam kisah Jabari Brown, yang sebelumnya viral setelah memenangkan tantangan “100 Pilots Fight For A Private Jet” dari YouTuber terkenal, MrBeast. Kemenangannya memberinya sebuah jet Hawker 400XP senilai sekitar $2,4 juta, yang penting untuk dicatat, tidak terlibat dalam insiden di Paraguay.
Penerbangan dan Kargo Ilegal
Penyelidik memusatkan perhatian pada jet Bombardier Challenger 604 yang mendarat di Asunción pada 30 Mei. Pesawat ini dilaporkan telah berhenti di beberapa lokasi termasuk California, Miami, dan Panama City sebelum tiba di Paraguay.
- Kargo Disita: Otoritas Anti-Narkoba Nasional Paraguay (SENAD) menemukan 261,6 kg (sekitar 577 pon) ganja yang disembunyikan dalam koper-koper yang diturunkan dari jet.
- Nilai Fantastis: Kargo tersebut digambarkan sebagai varietas “premium” dengan kandungan THC tinggi, diperkirakan bernilai $3,6 juta di pasar Brasil, yang diduga menjadi tujuan akhir narkoba tersebut.
Penahanan Singkat Jabari Brown
Tiga warga negara AS yang menjadi penumpang dalam penerbangan tersebut, diidentifikasi sebagai Marisol Rivas, Troy Anthony Vásquez, dan David Thomas Wise, langsung ditangkap atas tuduhan perdagangan narkoba internasional. Brown, sebagai co-pilot, ditahan di sebuah hotel di Asunción pada malam yang sama. Namun, ia dibebaskan pada 1 Juni 2026 setelah menyerahkan catatan penerbangan dan bekerja sama penuh dengan penyelidik.
“Jabari Stephen Brown dibebaskan pada hari Senin, 1 Juni 2026, atas keputusan Kantor Kejaksaan Umum Paraguay. Pihak berwenang menetapkan bahwa, dalam perannya sebagai co-pilot kontrak, ia tidak mengetahui adanya narkoba (261 kg ganja premium) yang berada di dalam bagasi penumpang,” demikian bunyi laporan media lokal.
Status Penyelidikan dan Pihak Terlibat Lainnya
Meskipun pilot pemenang jet MrBeast itu telah bebas, penyelidikan terus berlanjut. Ketiga penumpang lainnya tetap berada dalam tahanan pra-sidang. Pihak berwenang masih memeriksa berbagai aspek kasus ini, termasuk:
- Rantai kepemilikan pesawat.
- Perjanjian sewa jet.
- Jaringan perdagangan yang lebih luas yang mungkin dilayani oleh penerbangan tersebut.
Pesawat tersebut dilaporkan dioperasikan oleh pengusaha Estonia, Keith Siilats, yang diduga telah meninggalkan Paraguay dengan penerbangan komersial sebelum penyitaan dilakukan. Paraguay sendiri semakin sering menjadi titik transit utama untuk narkotika yang bergerak antara Amerika Selatan dan pasar konsumen di Brasil serta Eropa.
Hingga saat ini, tidak ada indikasi publik yang mengaitkan MrBeast atau perusahaan produksinya dengan penyitaan di Paraguay. Semua pihak yang ditahan dianggap tidak bersalah sampai terbukti sebaliknya di pengadilan.