Ringkasan Berita:
- Otoritas peradilan Italia masih belum menerima informasi teknis dari perusahaan Israel Paragon terkait spyware Graphite lebih dari setahun setelah permintaan diajukan.
- Pemerintah Israel dituding ‘melindungi’ perusahaan spyware strategis seperti Paragon dan NSO Group, sehingga menghambat investigasi di berbagai negara Eropa.
- Kasus ini mengungkap kebuntuan hukum dan permainan saling menyalahkan antara Paragon dan pemerintah Italia, sementara para korban menanti kejelasan.
Lebih dari setahun setelah permintaan resmi diajukan, otoritas peradilan Italia masih berada dalam kebuntuan dalam penyelidikan skandal spyware Paragon. Perusahaan teknologi asal Israel tersebut belum memberikan informasi teknis apa pun kepada jaksa yang berusaha mengungkap pelanggaran terkait perangkat lunak mata-mata canggihnya, spyware Graphite. Penyelidikan oleh Wired Italia, berdasarkan sumber-sumber terqualifikasi dan dokumen resmi, menunjukkan bahwa mandeknya kasus ini juga menyoroti peran pemerintah Israel dalam melindungi perusahaan-perusahaan yang dianggapnya strategis.
Kronologi Skandal Graphite di Italia
Kasus Paragon mulai mencuat pada awal tahun 2025. Sejak saat itu, serangkaian peristiwa mengungkap penggunaan spyware canggih ini terhadap warga negara Italia, yang berdampak serius pada isu keamanan siber Italia.
- Januari 2025: WhatsApp dan Citizen Lab dari Universitas Toronto mengidentifikasi penggunaan Graphite pada ponsel milik sejumlah jurnalis dan aktivis Italia. Spyware ini dapat dipasang melalui serangan zero-click dan mampu memantau percakapan di aplikasi terenkripsi seperti WhatsApp, Signal, dan Telegram.
- Pengakuan dan Penyangkalan: Pemerintah Italia kemudian mengakui bahwa dinas intelijen nasional menggunakan Graphite untuk menargetkan Beppe Caccia dan Luca Casarini, pendiri LSM Mediterranea Saving Humans. Namun, pemerintah secara konsisten membantah telah menargetkan jurnalis Francesco Cancellato dan Ciro Pellegrino dari media Fanpage, yang menerima notifikasi dari Meta dan Apple pada 31 Januari serta 29 April 2025 mengenai serangan “spyware bayaran”.
- Kunci Penyelidikan: Seorang ahli keamanan siber yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan kepada Wired Italia, “Hanya Paragon yang bisa menyelidiki Paragon,” menyoroti betapa pentingnya kerja sama perusahaan tersebut untuk mengungkap kebenaran.
Peran ‘Perisai Pelindung’ Pemerintah Israel
Masalah ini melampaui Paragon dan menyentuh kebijakan pemerintah Israel yang melindungi industri spyware-nya. Perusahaan-perusahaan ini, meskipun swasta, dianggap sebagai aset strategis bagi keamanan dan hubungan internasional Israel.
Eitay Mack, seorang pengacara hak asasi manusia, menjelaskan, “Perusahaan-perusahaan ini tidak ingin mengungkapkan informasi sensitif tentang perangkat lunak atau klien mereka, tetapi mereka tidak independen.” Mereka beroperasi di bawah pengawasan Kementerian Pertahanan Israel, yang memberikan lisensi ekspor dan persetujuan akhir untuk kerja sama dengan otoritas asing.
“Dengan persetujuannya, perusahaan bisa diwajibkan bekerja sama dengan otoritas peradilan asing, tetapi ini tidak pernah terjadi karena, bagi Tel Aviv, perusahaan-perusahaan ini tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi di negara klien mereka,” tambah Mack.
Hambatan Investigasi di Seluruh Eropa
Sikap Israel ini telah berdampak nyata pada upaya penegakan hukum di seluruh Eropa, terutama dalam kasus yang melibatkan spyware terkenal lainnya, Pegasus dari NSO Group.
- Spanyol: Pada Januari 2026, Pengadilan Tinggi Spanyol menutup penyelidikan atas penggunaan Pegasus terhadap politisi karena “kurangnya kerja sama dari otoritas Israel.”
- Polandia: Masalah serupa muncul di Polandia. Krzysztof Brejza, Anggota Parlemen Eropa yang menjadi sasaran Pegasus, menyatakan, “NSO tidak pernah bekerja sama dengan pihak berwenang.”
- Hungaria: Upaya untuk membuka penyelidikan pidana terhadap NSO di Tel Aviv, yang diinisiasi oleh Hungarian Civil Liberties Union, juga gagal setelah jaksa agung mendelegasikan kasus tersebut kepada polisi, yang notabene adalah klien NSO.
Kebuntuan dan Saling Lempar Tanggung Jawab
Kasus di Italia telah memicu permainan saling menyalahkan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada Februari 2025, Paragon mengklaim melalui harian Haaretz bahwa mereka telah menawarkan bantuan verifikasi kepada otoritas Italia dan menghentikan kontrak setelah tawarannya ditolak.
Namun, komite pengawas parlemen Italia (Copasir) menyatakan bahwa keputusan untuk mengakhiri hubungan itu bersifat timbal balik dan dukungan teknis Paragon tidak diperlukan. Kontradiksi dan keheningan dari pihak Paragon inilah yang menjadi hambatan terbesar. Analis teknis yang terlibat dalam investigasi mencatat bahwa mereka tidak dapat mengidentifikasi jejak Graphite secara pasti karena kurangnya informasi tentang cara kerja spyware tersebut—informasi yang hanya dimiliki oleh produsennya. Seperti yang disimpulkan oleh pengacara Mack, kebuntuan ini pada akhirnya menguntungkan “semua aktor dalam segitiga ini: pemerintah Italia, pemerintah Israel, dan perusahaan itu sendiri,” sementara keadilan bagi para korban masih jauh dari harapan.