Ringkasan Berita:
- KONI Balikpapan mengusulkan anggaran Rp20 miliar untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Paser pada November 2026.
- Sebanyak 12 dari 56 cabang olahraga belum menyerahkan data atlet, sementara 780 orang dari 44 cabor lainnya telah terdata.
- Strategi utama KONI mencakup prioritas pada cabor potensial, pemantauan langsung, dan pencarian dukungan dana CSR dari sektor swasta.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Balikpapan bergerak cepat mematangkan persiapan Porprov Kaltim 2026 dengan menggelar rapat koordinasi internal. Dalam agenda yang dipimpin langsung Ketua KONI Balikpapan Gasali, dibahas usulan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada 4–27 November 2026 mendatang.
Fokus Anggaran dan Pembinaan Prestasi
Ketua KONI Balikpapan, Gasali, menekankan pentingnya kesiapan sejak dini agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Ia meminta semua bidang untuk segera menyusun agenda kerja terukur yang dimulai dari Juli hingga November 2026. “Agar kesiapan kita ke depan bisa terlaksana dengan baik. Ada Porprov pada bulan November yang harus kita ikuti, sehingga mulai sekarang perlu dibuat agenda-agenda kerja dari Juli sampai November,” ujarnya.
Usulan anggaran KONI Balikpapan sebesar Rp20 miliar diproyeksikan untuk mendukung sekitar 1.000 atlet, meskipun data awal menunjukkan ada lebih dari 1.200 atlet yang dipersiapkan. Gasali menegaskan bahwa strategi pembinaan cabor unggulan yang memiliki potensi medali akan menjadi prioritas. “Utamakan cabor-cabor potensial. Jika anggaran yang tersedia belum mencukupi, maka perlu dilakukan penyesuaian dan penguatan usulan,” tegasnya. Namun, ia memastikan semua cabor yang dipertandingkan tetap akan diperjuangkan secara proporsional.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Swasta
Selain mengandalkan dana pemerintah, KONI Balikpapan juga berupaya memperkuat sinergi dengan sektor swasta. Prestasi atlet berprestasi Kaltim diharapkan dapat menarik minat perusahaan untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung pembinaan olahraga. Gasali menambahkan, pemerintah daerah secara lisan telah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung seluruh upaya KONI Balikpapan menuju Porprov.
Update Pendataan Atlet dan Rencana Evaluasi
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Balikpapan, Octavianus H. Batara, melaporkan bahwa proses pendataan atlet dan pelatih masih berjalan. Dari 56 cabor, baru 44 yang telah menyerahkan data lengkap, menghasilkan total 676 atlet dan 104 pelatih yang terdata. Namun, masih ada 12 cabor yang belum melengkapi laporannya.
Adapun 12 cabor yang belum menyerahkan data adalah:
- Baseball-Softball
- Ikatan Motor Indonesia (IMI)
- Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi)
- Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI)
- Kick Boxing
- Rugby
- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)
- Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI)
- Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)
- Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI)
- Taekwondo Indonesia (TI)
- Tinju
Octavianus memberikan tenggat waktu bagi cabor tersebut untuk segera melengkapi data. “Target kami seluruh data cabor sudah tuntas dan jelas. Jika batas waktu dilanggar, kami akan turun langsung untuk melakukan pendampingan dan evaluasi,” tegasnya. Sebagai bagian dari pengawasan, Ketua KONI Balikpapan juga dijadwalkan akan melakukan road show ke setiap cabor mulai Agustus 2026 untuk memantau langsung kesiapan atlet.