Polisi Tangkap Tiga Anggota Geng Pelaku Pembacokan Pelajar di Sleman

Polisi Tangkap Tiga Anggota Geng Pelaku Pembacokan Pelajar di Sleman
Polisi Tangkap Tiga Anggota Geng Pelaku Pembacokan Pelajar di Sleman. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Polresta Sleman berhasil mengamankan tiga remaja anggota geng pelajar yang diduga menjadi pelaku pembacokan pelajar di Sleman pada Jumat (15/5/2026) dini hari. Insiden kekerasan yang terjadi di Jalan Tempel-Gendol, Klegung, Tempel, ini menyebabkan seorang pelajar berinisial RDM (15) mengalami luka serius akibat sabetan celurit. Penangkapan ketiga pelaku diumumkan pada Kamis (4/6/2026), mengungkap motif yang berawal dari batalnya janji tawuran.

Identitas Pelaku dan Keterangan Resmi

Ketiga terduga pelaku yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian adalah ACC (16), seorang warga Ngaglik, serta MS (18) dan PTA (18) yang masing-masing berasal dari Tempel dan Seyegan. Mereka teridentifikasi sebagai anggota sebuah geng sekolah di wilayah Seyegan.

Kasihumas Polresta Sleman, IPTU Argo Anggoro, mengonfirmasi afiliasi para pelaku dengan kelompok geng tersebut. “Hasil pemeriksaan menunjukkan para pelaku merupakan pelajar yang tergabung dalam salah satu geng sekolah di wilayah Seyegan,” ujar Argo dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (4/6/2026).

Kronologi Insiden dari Janji Tawuran Batal

Penyelidikan polisi mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada aksi kekerasan tersebut. Insiden ini tidak terjadi secara spontan, melainkan diawali oleh sebuah rencana bentrokan yang gagal.

  • Ajakan Tawuran: Peristiwa bermula ketika ACC (16) menerima ajakan untuk tawuran dari kelompok pelajar lain yang diduga berasal dari Salam, Magelang.
  • Persiapan Senjata: Untuk menghadapi lawan, ACC meminta PTA (18) untuk menyiapkan senjata tajam jenis celurit. Sementara itu, MS (18) berperan sebagai pengendara sepeda motor.
  • Lokasi Kosong: Ketiganya kemudian menuju lokasi pertemuan yang telah disepakati di kawasan Tempel. Namun, sesampainya di sana, kelompok lawan yang ditunggu tidak kunjung datang.
  • Pertemuan Acak: Merasa kesal, para pelaku memutuskan kembali. Dalam perjalanan pulang inilah mereka berpapasan dengan korban (RDM) yang sedang mengendarai motor bersama rekannya.
  • Provokasi & Pengejaran: Menurut keterangan polisi, terjadi saling provokasi antara kedua belah pihak di jalan, yang kemudian memicu aksi pengejaran oleh para pelaku terhadap korban.
  • Eksekusi Pembacokan: Setelah berhasil memepet sepeda motor korban, ACC yang dibonceng langsung mengayunkan celurit yang telah disiapkannya. Sabetan senjata tajam itu mengenai bagian dada korban.

Proses Hukum Lanjutan

Saat ini, ketiga terduga pelaku telah ditahan di Mapolresta Sleman untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Pihak berwenang masih terus mendalami kasus pembacokan pelajar Sleman ini untuk mengungkap seluruh detail dan memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat. Peristiwa tragis ini kembali menyoroti bahaya laten dari keberadaan geng sekolah dan budaya kekerasan di kalangan remaja yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

27 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Indonesia.

Lihat semua artikel →