Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi memulai pengoperasian rute Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B lintasan Kelapa Gading menuju Manggarai pada Rabu, 26 Agustus 2026, memperluas jangkauan transit antarmoda dan mendongkrak capaian konektivitas transportasi publik di ibu kota mencapai 93 persen.
Layanan transportasi massal berbasis rel di Daerah Khusus Ibukota Jakarta mencatatkan lompatan konektivitas baru pada Rabu (26/08/2026). Peresmian operasional jalur LRT Jakarta rute Kelapa Gading menuju Manggarai menandai integrasi langsung koridor timur-utara ke simpul transit sentral Stasiun Manggarai yang melayani KRL Commuter Line dan Kereta Bandara.
Infrastruktur modern ini dihadirkan untuk memangkas waktu tempuh perjalanan komuter, mengurai kemacetan kronis di koridor Pramuka-Matraman, serta menekan emisi gas buang kendaraan bermotor di Jakarta.
Dampak pengoperasian LRT rute Kelapa Gading-Manggarai adalah tersambungnya jaringan rel perkotaan dengan halte Transjakarta koridor 4 dan stasiun sentral kereta api, sehingga mempermudah perpindahan antar-moda penumpang hanya dalam hitungan menit.
Berdasarkan pernyataan resmi pimpinan daerah, ekspansi jalur ini mendongkrak angka konektivitas transportasi umum di DKI Jakarta hingga mencapai 93 persen dari seluruh wilayah permukiman dan perkantoran.
Pemprov DKI Jakarta menerapkan skema pembiayaan kreatif (creative financing) dengan memanfaatkan dana kewajiban kontribusi tambahan pengembang (Koefisien Lantai Bangunan / KLB) dan penerbitan obligasi daerah guna membiayai proyek infrastruktur tanpa membebani kas utama APBD. Menurut perencanaan Dinas Perhubungan DKI, rute LRT ini akan dilanjutkan pembangunannya menuju kawasan Dukuh Atas guna terhubung dengan MRT Jakarta dan LRT Jabodebek.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan umum terintegrasi sebagai pilihan utama mobilitas harian demi mewujudkan udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat.

Tarif LRT dan jam Operasi
Matriks Capaian dan Rute LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai (2026)
- Lintasan Koridor: Menghubungkan Pegangsaan Dua, Rawamangun, Pemuda, Matraman, hingga Stasiun Sentral Manggarai.
- Tingkat Konektivitas Kota: Integrasi Angkutan Publik Jakarta Mencapai 93 Persen Wilayah.
- Skema Pembiayaan: Pemanfaatan Dana Non-APBD (Creative Financing / Kontribusi KLB).
- Target Integrasi Lanjutan: Rencana Ekstensi Jalur Menuju Hub Transportasi Dukuh Atas.
Pengembangan moda transportasi berbasis rel ramah lingkungan merupakan pilar utama transisi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing. Sistem angkutan umum yang andal, tepat waktu, dan terjangkau secara signifikan meningkatkan produktivitas warga serta menekan biaya logistik perkotaan.
Dengan beroperasinya rute LRT Kelapa Gading-Manggarai, Jakarta semakin mantap memposisikan diri sebagai pelopor sistem mobilitas perkotaan modern yang inklusif dan berkelanjutan di Asia Tenggara.