30 Inovasi Terbaik Adu Gagasan di Final Kalsel Innovation Award 2026

88 Inovasi Masuk Kalsel Innovation Award, 30 Lolos Final
30 Inovasi Terbaik Adu Gagasan di Final Kalsel Innovation Award 2026. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Sebanyak 30 inovasi terbaik dari pemerintah hingga masyarakat umum mendapat kesempatan untuk mempresentasikan gagasannya di babak final Kalsel Innovation Award 2026. Ajang yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) ini sebelumnya menerima total 88 proposal.

Presentasi final digelar selama dua hari, pada 28–29 Juli 2026, di Aula BRIDA Provinsi Kalsel, Banjarbaru. Ini merupakan tahap akhir penilaian setelah seluruh proposal melewati verifikasi administrasi dan penilaian substansi.

Para finalis terbagi rata dalam tiga kategori, yaitu 10 inovasi dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Kalsel, 10 dari pemerintah kabupaten/kota, dan 10 dari kategori masyarakat umum. Dewan juri yang menilai berasal dari Kementerian Dalam Negeri, KemenPANRB, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Islam Kalimantan.

Inovasi Tidak Harus Berupa Aplikasi

Pemprov Kalsel menekankan bahwa sebuah inovasi tidak harus selalu berbentuk aplikasi atau sistem informasi baru. Perubahan cara kerja yang membuat pelayanan lebih cepat, sederhana, dan efisien juga dianggap sebagai inovasi jika manfaatnya terbukti.

Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, inovasi daerah diharapkan dapat menjawab tantangan pembangunan. “Termasuk transformasi ekonomi, hilirisasi sumber daya alam, dan rencana menjadikan Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik Kalimantan,” ujarnya.

Pendekatan ini penting karena aplikasi baru bisa menjadi beban jika fungsinya tumpang tindih, sulit digunakan, atau tidak dipelihara. Inovasi bisa sesederhana penyederhanaan syarat, pemangkasan waktu tunggu, atau cara baru menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses kantor pemerintah.

Pemenang Dapat Pendampingan untuk Pengembangan

Ajang Kalsel Innovation Award tidak berhenti pada penyerahan hadiah. BRIDA memastikan para pemenang akan memperoleh uang pembinaan dan pendampingan agar inovasinya dapat dikembangkan lebih lanjut, diterapkan di tempat lain (replikasi), atau dikomersialisasikan.

Inovasi terbaik juga akan didorong untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional, seperti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dari KemenPANRB dan Innovative Government Award (IGA) dari Kemendagri.

Untuk mendukung budaya inovasi, Pemprov Kalsel berencana mewajibkan setiap SKPD menghasilkan minimal satu inovasi setiap tahun. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya solusi nyata yang dampaknya bisa diukur, bukan sekadar jumlah gagasan yang dilaporkan.

Hingga berita ini diturunkan, presentasi final masih berlangsung. Pengumuman pemenang akan disampaikan secara resmi oleh BRIDA Kalsel setelah seluruh rangkaian acara selesai.

16 Kali Dilihat