8 Cara Mengenali Makanan Laut Yang Masih Segar Sebelum Dibeli

8 Cara Mengenali Makanan Laut Yang Masih Segar Sebelum Dibeli
8 Cara Mengenali Makanan Laut Yang Masih Segar Sebelum Dibeli. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Makanan laut yang segar umumnya memiliki bau ringan khas laut, warna alami, dan tekstur yang masih padat. Pada ikan utuh, kesegarannya juga dapat dilihat dari mata yang jernih, insang berwarna merah, sisik yang masih menempel, serta daging yang kembali ke bentuk semula setelah ditekan.

Mengetahui cara mengenali makanan laut yang masih segar penting dilakukan karena ikan, udang, cumi, kerang, dan kepiting termasuk bahan makanan yang mudah rusak. Selain memeriksa kondisi fisiknya, Anda juga perlu melihat kebersihan tempat berjualan dan cara produk tersebut disimpan.

Ciri Umum Makanan Laut yang Masih Segar

  • Baunya ringan dan tidak menusuk hidung.
  • Warnanya terlihat alami dan tidak kusam.
  • Teksturnya padat serta tidak mudah hancur.
  • Tidak dipenuhi lendir tebal atau lengket.
  • Disimpan di atas es bersih atau di dalam pendingin.
  • Tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
  • Tempat penjualannya terlihat bersih dan rapi.

Perbandingan Makanan Laut Segar dan Tidak Segar

Jenis Ciri Masih Segar Tanda yang Perlu Dihindari
Ikan Mata jernih, insang merah, sisik melekat, dan daging padat Mata keruh, insang kecokelatan, sisik mudah lepas, dan daging lembek
Udang Tubuh padat, kulit melekat, dan kepala tidak mudah terlepas Berlendir, lembek, berbau tajam, dan tubuh mudah hancur
Cumi Permukaan mengilap, daging kenyal, dan mata terlihat jernih Sangat lembek, berlendir tebal, dan bagian tubuh mudah robek
Kerang hidup Cangkang tertutup atau menutup kembali setelah diketuk Cangkang pecah, tetap terbuka, dan mengeluarkan bau busuk
Kepiting hidup Kaki atau capit masih bergerak dan cangkangnya utuh Tidak bergerak, berbau tidak sedap, dan cangkangnya rusak

1. Periksa Baunya

Bau menjadi salah satu tanda paling mudah untuk menilai kondisi makanan laut. Produk yang masih segar memiliki bau ringan seperti air laut dan tidak membuat hidung terasa terganggu.

Hindari ikan atau makanan laut lain yang berbau busuk, asam, tengik, atau menyerupai amonia. Bau yang sangat tajam biasanya menunjukkan bahwa kualitasnya sudah menurun.

2. Perhatikan Mata, Insang, dan Daging Ikan

Ikan segar biasanya memiliki mata yang jernih, cerah, dan sedikit menonjol. Mata yang keruh, cekung, atau terlihat kering dapat menandakan bahwa ikan sudah disimpan cukup lama.

Jika penjual mengizinkan, buka bagian penutup insang. Insang yang masih baik umumnya berwarna merah atau merah muda, terlihat bersih, dan tidak memiliki lendir berlebihan.

Tekan bagian daging ikan menggunakan jari. Daging yang segar terasa padat dan bekas tekanan akan segera kembali. Hindari ikan yang dagingnya lembek, mudah hancur, atau meninggalkan cekungan.

3. Periksa Kondisi Udang

Udang segar mempunyai tubuh yang terasa padat dan kulit yang masih melekat. Bagian kepala juga tidak mudah terpisah dari badan ketika diangkat.

Hindari udang yang sangat lembek, dipenuhi lendir lengket, atau mengeluarkan bau menyengat. Perubahan warna pada kepala dapat terjadi secara alami, tetapi perlu diwaspadai jika disertai bau tidak sedap dan tekstur yang rusak.

4. Kenali Cumi yang Masih Baik

Cumi yang segar memiliki permukaan lembap dan mengilap, tetapi tidak berlendir tebal. Dagingnya terasa padat serta cukup kenyal, sedangkan bagian matanya masih terlihat jernih.

Warna cumi dapat berbeda sesuai jenis dan kondisi saat ditangkap. Karena itu, jangan menggunakan warna sebagai satu-satunya patokan. Periksa juga bau, tekstur, dan suhu penyimpanannya.

5. Pilih Kerang dengan Cangkang yang Rapat

Kerang yang dijual hidup sebaiknya memiliki cangkang tertutup. Jika cangkangnya sedikit terbuka, ketuk perlahan. Kerang yang masih hidup biasanya akan menutup kembali.

Jangan membeli kerang yang cangkangnya pecah, tetap terbuka setelah diketuk, atau mengeluarkan bau busuk. Untuk kerang kupas, pilih daging yang terlihat lembap, memiliki warna alami, dan disimpan dalam kondisi dingin.

6. Perhatikan Gerakan Kepiting

Kepiting yang dijual hidup sebaiknya masih menunjukkan gerakan pada kaki atau capitnya. Pilih kepiting dengan cangkang utuh dan tidak mengeluarkan bau yang mengganggu.

Jika membeli daging kepiting yang sudah dikupas, pastikan produk berasal dari penjual terpercaya, disimpan dalam pendingin, dan memiliki warna yang terlihat alami.

7. Periksa Es dan Tempat Penyimpanan

Makanan laut sebaiknya diletakkan di atas es bersih atau disimpan dalam lemari pendingin. Es perlu menyentuh atau mengelilingi produk agar suhunya tetap rendah.

Hindari makanan laut yang dibiarkan lama di atas meja, terkena sinar matahari, atau berada dekat sumber panas. Perhatikan juga kebersihan meja, pisau, talenan, wadah, serta tangan penjual.

8. Periksa Produk Beku dengan Teliti

Makanan laut beku tetap dapat memiliki kualitas yang baik jika proses pembekuan dan penyimpanannya dilakukan dengan benar. Pilih kemasan yang rapat, tidak sobek, dan tidak bocor.

Hindari produk dengan banyak bunga es atau gumpalan es besar di dalam kemasan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa suhu penyimpanan pernah berubah atau produk sempat mencair lalu dibekukan kembali.

Periksa juga tanggal kedaluwarsa, petunjuk penyimpanan, nama produsen, dan kondisi produk. Makanan laut beku sebaiknya masih terasa keras ketika dibeli.

 

23 Kali Dilihat