Ringkasan Berita:
- Warga Kalimantan Timur terpaksa menghadapi mati lampu bergilir akibat kerusakan teknis pada PLTU Handil dan PLTGU Tanjung Batu.
- PLN resmi memutus aliran listrik wilayah Balikpapan dan Samarinda secara bergantian selama tiga jam setiap hari.
- Pemerintah Provinsi menargetkan proses perbaikan sistem kelistrikan segera selesai total pada awal Juli 2026.
Warga Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini menghadapi krisis pasokan energi secara meluas. Mereka merasakan langsung dampak pemadaman listrik Kaltim secara bergilir. Insiden ini bermula akibat gangguan pembangkit listrik pada akhir Juni 2026.
Lebih lanjut, pemerintah mengonfirmasi kerusakan ganda terjadi pada fasilitas kelistrikan utama. Pembangkit PLTU Handil dan PLTGU Tanjung Batu secara bersamaan mengalami malafungsi operasional. Akibatnya, PLN terpaksa membatasi aliran daya sehingga warga mengalami mati lampu sekitar tiga jam per hari.
Dampak Nyata Pemadaman di Kota Balikpapan
Khusus di wilayah Kota Balikpapan, PLN mulai menghentikan aliran listrik sementara pada Senin (29/6/2026). Warga Perumahan Korpri Taman Tiga Generasi turut merasakan dampak langsung pemadaman siang hari. Sebelumnya, sejumlah wilayah lain juga terpaksa gelap gulita sejak 22 Juni 2026.
Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Balikpapan Selatan PLN UID Kaltimra, Langgeng Asmara, memberikan penjelasan tertulis. Beliau merinci alasan teknis di balik kebijakan pengaturan energi tersebut.
“Sehubungan dengan adanya gangguan teknis pada komponen pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) yang berdampak pada pasokan daya sistem, PLN akan melakukan pengaturan operasi kelistrikan guna menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan,” jelas Langgeng.
Sementara itu, masyarakat di kawasan Beller harus beraktivitas dalam kondisi remang-remang setiap petang. Para pemilik toko hanya menyalakan lampu darurat untuk melayani pembeli. Bahkan, konsumen terpaksa menggunakan cahaya senter gawai saat memilih ikan segar.
Rusli (29), seorang pemangkas rambut di Balikpapan Baru, sampai harus berhenti melayani pelanggan sementara waktu. Pemuda ini kehilangan omzet harian saat listrik padam mendadak pada 26 Juni 2026.
Kronologi Pemadaman Listrik
Berikut ini adalah rincian fakta dan kronologi area terdampak sesuai catatan resmi kelistrikan daerah:
- Pada 22 Juni 2026, pemadaman menimpa enam wilayah Balikpapan, termasuk Kelurahan Sumber Rejo dan Sungai Ampal.
- Pada 26 Juni 2026, penghuni Perumahan Balikpapan Baru mengalami mati lampu mulai pukul 18.00 Wita.
- Pada 27 hingga 29 Juni 2026, jadwal mati lampu PLN meluas secara masif ke area Balikpapan lainnya dan Samarinda.
Target Revitalisasi Sistem Kelistrikan
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, merespons krisis energi ini secara proaktif. Beliau menyebut proses perbaikan dua pusat energi tersebut butuh waktu sekitar satu bulan penuh. Selama masa revitalisasi bergulir, aturan pemadaman akan berlaku secara bergantian.
“Sebulan ini akan bergiliran setiap kabupaten/kota. Akan ada tiga jam waktu untuk mati lampu,” kata Seno saat memberikan keterangan kepada wartawan di Samarinda.
Selanjutnya, Seno memastikan cadangan batubara lokal sama sekali tidak bermasalah. Kewajiban pemenuhan pasar domestik senantiasa berjalan normal tanpa hambatan. Oleh karena itu, krisis daya ini murni bersumber dari kerusakan teknis PLTU Handil.
Harapan Pemulihan Cepat pada Juli 2026
Sebagai langkah akhir, pemerintah memproyeksikan pasokan listrik Balikpapan dan wilayah lainnya segera kembali normal pada Juli 2026. Pemprov Kaltim terus berkoordinasi secara intensif dengan manajemen kelistrikan negara. Tujuannya adalah memastikan seluruh proses pemulihan infrastruktur energi selesai tepat waktu.