Festival Cisadane 2026 Dongkrak Ratusan UMKM Lewat Atraksi Spektakuler

Festival Cisadane 2026 Dongkrak Ratusan UMKM Lewat Atraksi Spektakuler
Festival Cisadane 2026 Dongkrak Ratusan UMKM Lewat Atraksi Spektakuler. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Ringkasan Berita:

  • Pemerintah Kota Tangerang menggelar Festival Cisadane 2026 pada 22-26 Juli di Jembatan Kaca Berendeng.
  • Acara ini menjadi panggung bagi ratusan UMKM lokal dan menyajikan atraksi seperti Flying Jet Dance serta konser Feel Koplo.
  • Total hadiah kompetisi senilai Rp63 juta disiapkan untuk memacu partisipasi dan kreativitas generasi muda.

Pemerintah Kota Tangerang resmi membuka perhelatan budaya tahunan, Festival Cisadane 2026, yang dipusatkan di ikon baru kota, Jembatan Kaca Berendeng. Berlangsung selama lima hari mulai 22 hingga 26 Juli, acara ini menjadi motor penggerak ekonomi bagi ratusan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal sekaligus upaya pemulihan sektor pariwisata pascapandemi.

Mengusung tema “Flowing Heritage, Growing Courage”, festival ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) merancang malam pembukaan yang memadukan tradisi dengan teknologi modern. Langit di bantaran sungai diwarnai pertunjukan tata cahaya digital, manuver sirkus api, dan rentetan kembang api. Atraksi utama berupa Flying Jet Dance dan akrobatik naga Liong di atas derasnya arus sungai menjadi sorotan utama, menyimbolkan keberanian untuk berinovasi.

Kawasan pejalan kaki di sepanjang Jalan Benteng Jaya berubah menjadi pasar rakyat yang ramai. Ratusan stan UMKM menjajakan produk mulai dari fesyen, kriya daur ulang, hingga kuliner modifikasi resep warisan. Model transaksi langsung ini sengaja dihadirkan untuk memfasilitasi perputaran ekonomi yang masif tanpa bergantung pada perantara platform e-commerce. “Aliran sungai ini melambangkan warisan luhur sekaligus simbol keberanian masyarakat Kota Tangerang yang terus tumbuh untuk berinovasi, berkolaborasi dan bergerak maju bersama,” urai Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan filosofi di balik acara tersebut.

Adu Kreativitas Berhadiah Puluhan Juta

Untuk menyuntikkan semangat kompetisi, panitia menyiapkan total dana apresiasi mencapai Rp63 juta. Dana ini ditujukan untuk memacu partisipasi dari kalangan pelajar dan komunitas kreatif di Tangerang dan sekitarnya. Boyke menyebut perlombaan ini dirancang untuk menantang kreativitas sekaligus memotivasi generasi muda menunjukkan bakat mereka di panggung profesional.

Sejumlah kompetisi dengan regulasi ketat dibuka untuk umum, mencakup cabang seni hingga olahraga yang menuntut ketahanan fisik. Beberapa kategori utama yang dilombakan meliputi:

  • Kompetisi Tari Modern: Peserta dilarang total meniru koreografi idola K-Pop, dengan durasi penampilan maksimal tujuh menit dan minimal lima personel per grup.
  • Festival Band Pelajar: Sesi khusus untuk tingkat sekolah menengah pada 25 Juli ini mewajibkan setiap band menampilkan minimal tiga instrumen harmonis.
  • Balap Perahu Naga: Kompetisi adu taktik dan kecepatan ini akan mengambil lintasan lurus di jalur utama arus Sungai Cisadane.
  • Kejuaraan Senam Massal: Lomba ini terbuka untuk berbagai kelompok umur dari berbagai elemen komunitas warga setempat.

Modernisasi citra festival juga terlihat dari kurasi pengisi acara. Panitia secara strategis menggabungkan musisi arus utama dengan talenta lokal. Grup musik Feel Koplo, yang populer di kalangan anak muda berkat racikan dangdut elektronik pesisirnya, didapuk menjadi salah satu penampil utama. Kehadiran mereka dijamin akan menjaga grafik keramaian penonton tetap tinggi. Seluruh akses masuk menuju panggung hiburan utama dibuka gratis untuk publik. Deretan penampil pendukung seperti Samsaka, Zziepross, Band BJB, Pasmatik 18, SIKOE Band, VOC, dan Go Tunes turut meramaikan rotasi panggung harian.

Rangkaian acara penutupan panggung beserta pembagian total hadiah senilai Rp63 juta rupiah dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 26 Juli 2026.

Lokasi Berita:
27 Kali Dilihat