Jalur Gunung Andong Via Temu Kidul Ditutup Sementara Untuk Tradisi Merti Dusun

Jalur Gunung Andong Via Temu Kidul Ditutup Sementara Untuk Tradisi Merti Dusun
Jalur Gunung Andong Via Temu Kidul Ditutup Sementara Untuk Tradisi Merti Dusun. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Jalur pendakian Gunung Andong via Temu Kidul ditutup sementara selama dua hari pada 18–19 Juli 2026. Penutupan dilakukan karena warga setempat sedang mengadakan acara Saparan atau Merti Dusun.

Pengelola juga menghentikan registrasi pendakian melalui jalur tersebut mulai Jumat, 17 Juli 2026. Calon pendaki yang sudah merencanakan perjalanan pada akhir pekan perlu mengubah jadwal dan memeriksa informasi terbaru sebelum menuju basecamp. (Sumber: Pengelola Gunung Andong Via Temu Kidul)

Perlu diperhatikan: penutupan ini secara khusus berlaku untuk jalur pendakian via Temu Kidul. Informasi mengenai jalur lain perlu dipastikan langsung kepada pengelola basecamp masing-masing.

Penutupan Berlangsung Selama Dua Hari

Berdasarkan pengumuman pengelola, jalur via Temu Kidul tidak menerima kegiatan pendakian pada Sabtu dan Minggu, 18–19 Juli 2026. Penutupan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan rangkaian acara tradisi dengan tertib.

Pendaki tidak disarankan datang ke basecamp dan mencoba naik tanpa registrasi. Selain tidak menghormati keputusan warga, pendakian melalui jalur yang sedang ditutup dapat menyulitkan proses pemantauan dan penanganan jika terjadi keadaan darurat.

[gambar: papan pengumuman penutupan sementara jalur pendakian Gunung Andong]

Apa Itu Tradisi Merti Dusun?

Merti Dusun merupakan tradisi masyarakat Jawa yang biasanya dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki, kesehatan, keselamatan, dan kehidupan warga. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga budaya yang diwariskan secara turun-temurun. (Sumber: Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta)

Susunan kegiatan Merti Dusun dapat berbeda di setiap daerah. Rangkaian acaranya bisa meliputi doa bersama, kenduri, kirab, pertunjukan kesenian, atau kegiatan warga lainnya. Karena melibatkan banyak masyarakat dan memakai fasilitas dusun, kegiatan wisata terkadang perlu dibatasi sementara.

Hanya Jalur Via Temu Kidul Yang Ditutup

Gunung Andong mempunyai beberapa akses pendakian yang dikelola oleh basecamp berbeda. Pengumuman kali ini menyebut jalur via Temu Kidul, sehingga tidak tepat menyimpulkan bahwa seluruh akses Gunung Andong ditutup.

Jalur Temu Kidul sendiri berada dalam kawasan yang melibatkan pengelola basecamp, masyarakat desa, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, dan Perhutani KPH Kedu Utara. Pada April 2026, Perhutani dan pihak terkait melakukan koordinasi mengenai pengelolaan serta legalitas pengembangan jalur tersebut. (Sumber: Perhutani)

Apa Yang Harus Dilakukan Calon Pendaki?

  • Ubah jadwal pendakian jika berencana naik pada 18–19 Juli 2026.
  • Periksa akun resmi pengelola sebelum berangkat dari rumah.
  • Jangan melakukan pendakian tanpa registrasi melalui jalur yang ditutup.
  • Hubungi basecamp apabila sudah melakukan pemesanan atau pembayaran.
  • Pastikan jalur benar-benar dibuka kembali sebelum datang.
  • Hormati kegiatan tradisi dan keputusan masyarakat setempat.

Kapan Jalur Pendakian Dibuka Kembali?

Pengumuman menyebut penutupan berlangsung selama dua hari, yaitu 18–19 Juli 2026. Namun, pendaki sebaiknya tidak langsung berangkat setelah masa penutupan berakhir tanpa memeriksa pemberitahuan terbaru.

Jadwal pembukaan dapat berubah jika rangkaian acara belum selesai, jalur membutuhkan pemeriksaan, atau terdapat keputusan lanjutan dari pengelola dan warga. Informasi dari akun resmi basecamp harus dijadikan patokan utama.

Gunung Andong Tetap Menjadi Tujuan Pendakian Populer

Gunung Andong berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan ketinggian sekitar 1.726 meter di atas permukaan laut. Jalurnya yang relatif singkat membuat gunung ini banyak dipilih oleh pendaki pemula dan orang yang ingin melakukan pendakian tanpa bermalam.

Kementerian Pariwisata juga pernah memasukkan Gunung Andong ke dalam daftar rekomendasi gunung untuk pendaki pemula. Meski demikian, pendakian tetap membutuhkan kondisi tubuh yang sehat, perlengkapan memadai, dan kepatuhan terhadap arahan pengelola. (Sumber: Kementerian Pariwisata).

40 Kali Dilihat