Best Before dan Expired Date tidak selalu memiliki arti yang sama. Best Before umumnya menunjukkan sampai kapan makanan berada pada kualitas terbaiknya, sedangkan Expired Date berkaitan dengan batas penggunaan produk yang tidak sebaiknya dilewati. Namun pada pangan olahan yang beredar di Indonesia, konsumen juga perlu memahami bahwa BPOM menggunakan frasa “Baik digunakan sebelum” sebagai keterangan kedaluwarsa pada label.
Perbedaan istilah ini penting karena makanan yang baru melewati Best Before tidak otomatis menjadi makanan berbahaya. Sebaliknya, tanggal pada kemasan juga tidak boleh menjadi satu-satunya patokan jika produk disimpan dengan cara yang salah atau kemasannya sudah rusak.
Apa Bedanya Best Before dan Expired Date?
Best Before lebih berkaitan dengan mutu, sedangkan Expired Date berkaitan dengan batas penggunaan produk. BPOM menjelaskan bahwa makanan yang melewati Best Before dapat mengalami penurunan kualitas meskipun dalam kondisi tertentu masih dapat dikonsumsi apabila disimpan dengan benar sesuai petunjuk pada label.
| Aspek | Best Before | Expired Date |
|---|---|---|
| Fokus utama | Kualitas produk | Batas penggunaan/keamanan produk |
| Setelah tanggal terlewati | Kualitas dapat menurun | Produk tidak disarankan untuk dikonsumsi |
| Perubahan yang mungkin terjadi | Rasa, aroma, tekstur atau karakter produk dapat berubah | Jangan menjadikan pemeriksaan fisik sebagai alasan untuk tetap mengonsumsi produk |
| Pengaruh penyimpanan | Sangat penting | Sangat penting |
| Apakah tanggal boleh diabaikan? | Tidak. Tetap perlu menilai kondisi produk dan petunjuk penyimpanan | Tidak disarankan melewati tanggal yang ditetapkan |
Karena itu, Best Before bukan berarti produsen menjamin makanan akan tetap memiliki rasa, aroma dan tekstur yang sama setelah tanggal tersebut. Tanggal tersebut menunjukkan periode ketika produk diharapkan masih berada pada mutu terbaik jika disimpan sesuai ketentuan.
Makanan Lewat Best Before Belum Tentu Harus Langsung Dibuang

Melewati Best Before tidak otomatis berarti makanan langsung rusak pada hari berikutnya. BPOM membedakan Best Before sebagai penanda yang terutama berkaitan dengan kualitas produk.
Namun hal ini tidak berarti semua makanan aman dikonsumsi tanpa batas setelah tanggal Best Before. Kondisi produk tetap dipengaruhi jenis makanan, cara penyimpanan, suhu, kondisi kemasan dan apakah kemasan sudah pernah dibuka.
Produk yang kemasannya rusak, bocor, menggembung, segelnya terbuka atau menunjukkan perubahan yang tidak semestinya tidak sebaiknya dinilai hanya berdasarkan tanggal pada label. Kondisi fisik produk dan kemasan tetap menjadi bagian penting ketika menentukan apakah produk layak digunakan.
Dengan kata lain, Best Before bukan “izin tambahan” untuk mengonsumsi makanan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah tanggalnya. Informasi tersebut harus dibaca bersama petunjuk penyimpanan dan kondisi aktual produk.
Expired Date Sebaiknya Tidak Dilewati
Expired Date atau tanggal kedaluwarsa diperlakukan berbeda. Dalam edukasi BPOM mengenai Best Before dan Expired Date, Expired Date dikaitkan dengan keamanan produk, sehingga pangan yang telah melewati tanggal tersebut tidak disarankan untuk dikonsumsi.
Hal ini juga menjelaskan mengapa mencium aroma atau melihat warna saja tidak cukup untuk membenarkan konsumsi makanan yang sudah melewati batas kedaluwarsa. Tidak semua perubahan yang berkaitan dengan keamanan pangan dapat dikenali hanya dari tampilan luar.
Jika kemasan menunjukkan bahwa produk telah melewati tanggal kedaluwarsa, keputusan yang lebih aman adalah tidak mengonsumsinya meskipun produk tampak normal.
Kenapa Label “Baik Digunakan Sebelum” Bisa Membingungkan?
Di sinilah konsumen Indonesia perlu lebih berhati-hati dengan istilah.
Dalam ketentuan label pangan olahan BPOM, keterangan kedaluwarsa dicantumkan dengan didahului tulisan “Baik digunakan sebelum”. BPOM mendefinisikan keterangan kedaluwarsa sebagai batas akhir suatu pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk produsen.
Artinya, frasa “Baik digunakan sebelum” yang tercetak pada produk Indonesia merupakan bagian dari sistem penandaan kedaluwarsa yang diatur BPOM. Karena itu, jangan menyimpulkan secara otomatis bahwa setiap tulisan “Baik digunakan sebelum” pada produk Indonesia dapat diperlakukan persis seperti istilah Best Before pada semua produk luar negeri.
Untuk produk impor, istilah yang digunakan juga dapat mengikuti sistem pelabelan negara asal, seperti Best Before, Best Before End, Use By atau istilah lain. Cara paling aman adalah membaca keseluruhan informasi pada label dan mengikuti petunjuk produsen untuk produk tersebut.
Tanggal pada Kemasan Berlaku dengan Syarat Produk Disimpan dengan Benar
Tanggal kedaluwarsa tidak berdiri sendiri. BPOM menyebut batas tersebut berkaitan dengan mutu pangan selama produk disimpan mengikuti petunjuk produsen.
Ini berarti sebuah produk dapat mengalami masalah sebelum tanggal yang tercetak jika penyimpanannya tidak sesuai. Produk yang seharusnya disimpan pada suhu tertentu, misalnya, tidak memperoleh jaminan kondisi yang sama jika terlalu lama berada di lingkungan yang tidak sesuai.
Petunjuk seperti:
- simpan di tempat sejuk dan kering;
- simpan dalam lemari pendingin;
- hindarkan dari sinar matahari langsung;
- atau simpan dalam kondisi beku;
bukan sekadar saran tambahan. Informasi tersebut merupakan bagian dari kondisi penyimpanan yang digunakan untuk menjaga produk selama masa simpannya.
Setelah Kemasan Dibuka, Aturannya Bisa Berubah

Tanggal yang tercetak pada kemasan umumnya tidak boleh dibaca tanpa mempertimbangkan kondisi setelah kemasan dibuka. Kontak dengan udara, kelembapan, peralatan makan atau lingkungan dapat mengubah kondisi produk.
BPOM mewajibkan petunjuk penyimpanan setelah kemasan dibuka pada pangan olahan tertentu yang tidak dimaksudkan untuk langsung dihabiskan dalam satu kali penyajian.
Karena itu, jika label menyebut misalnya produk harus disimpan di lemari pendingin setelah dibuka atau harus dihabiskan dalam jangka waktu tertentu, petunjuk tersebut lebih relevan daripada hanya melihat tanggal akhir yang masih beberapa bulan lagi.
Sebagai contoh, sebuah produk dapat memiliki tanggal pada kemasan tiga bulan ke depan, tetapi produsen dapat memberikan instruksi agar produk digunakan dalam beberapa hari setelah kemasan dibuka. Kondisi setelah dibuka inilah yang perlu diikuti.
Cara Membaca Tanggal Kedaluwarsa Pangan Olahan di Indonesia
BPOM mengatur format keterangan kedaluwarsa berdasarkan masa simpan produk.
| Masa Simpan | Informasi Tanggal yang Dicantumkan |
|---|---|
| Kurang dari atau sama dengan 3 bulan | Tanggal, bulan dan tahun |
| Lebih dari 3 bulan | Tanggal, bulan dan tahun; atau bulan dan tahun |
Keterangan tersebut didahului dengan tulisan “Baik digunakan sebelum”. Pada beberapa kemasan, produsen dapat mengarahkan konsumen ke lokasi lain tempat tanggal dicetak, misalnya bagian atas, bawah, samping atau belakang kemasan.
Karena produk dengan masa simpan panjang dapat hanya mencantumkan bulan dan tahun, konsumen tidak sebaiknya mencari format tanggal yang sama pada setiap jenis pangan.
Jangan Hanya Mengecek Tanggal Saat Membeli Makanan
Tanggal kedaluwarsa memang penting, tetapi BPOM juga mendorong konsumen menggunakan prinsip Cek KLIK: Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa ketika memilih produk.
Artinya, produk yang tanggalnya masih lama belum otomatis layak dibeli jika kemasannya sudah rusak. Sebaliknya, label juga perlu diperiksa untuk mengetahui petunjuk penyimpanan, komposisi, informasi produsen dan keterangan lain yang diperlukan.
Untuk pangan olahan yang wajib memiliki izin edar BPOM, nomor registrasi produk juga dapat diperiksa melalui layanan resmi Cek BPOM.
Jadi, Mana yang Harus Diikuti?
Best Before dan Expired Date sebaiknya tidak diperlakukan sebagai istilah yang identik. Best Before terutama digunakan untuk menunjukkan periode kualitas terbaik, sedangkan Expired Date berkaitan dengan batas penggunaan yang tidak sebaiknya dilewati.
Namun untuk produk yang beredar di Indonesia, jangan hanya menerjemahkan tulisan pada kemasan berdasarkan istilah bahasa Inggris. BPOM menggunakan frasa “Baik digunakan sebelum” sebagai bagian dari keterangan kedaluwarsa pangan olahan, sehingga konteks label dan petunjuk produsen tetap harus diperhatikan.
Yang paling penting adalah membaca tanggal bersama kondisi kemasan dan petunjuk penyimpanannya. Produk yang belum mencapai tanggal akhir tetap dapat bermasalah jika penyimpanannya salah, sedangkan produk yang baru melewati Best Before tidak otomatis berubah menjadi berbahaya hanya karena pergantian tanggal.