Jadi Destinasi Selam Dunia, Maratua Kini Sasar Turis Malaysia & Singapura

Jadi Destinasi Selam Dunia, Maratua Kini Sasar Turis Malaysia & Singapura
Jadi Destinasi Selam Dunia, Maratua Kini Sasar Turis Malaysia & Singapura. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini didorong menjadi destinasi selam kelas dunia. Lewat program Famtrip Marine Maratua 2026, pemerintah mulai menyasar pasar internasional, khususnya Malaysia dan Singapura, pada akhir Agustus 2026.

Program kemitraan strategis ini digagas Kementerian Pariwisata RI bersama Pemerintah Kabupaten Berau untuk menghubungkan operator pusat selam (dive centers) dari luar negeri dengan pelaku industri wisata lokal di Kepulauan Derawan.

Surga Bawah Laut dengan Sembilan Titik Selam Unggulan

Daya tarik utama Maratua terletak pada sembilan lokasi penyelaman (dive spots) bertaraf internasional. Perairannya memiliki topografi dinding karang vertikal (drop-off) yang spektakuler dengan visibilitas air laut bisa mencapai 20 hingga 30 meter saat musim kemarau, menjadikannya lokasi idaman para fotografer bawah air.

Di antara sembilan spot tersebut, yang paling terkenal adalah Big Fish Country. Ini adalah sebuah saluran arus sempit yang menjadi rumah bagi kawanan ratusan hiu karang dan barakuda. Ada juga Turtle Traffic, koridor yang sering dilintasi penyu hijau raksasa.

“Maratua menawarkan pengalaman selam eksklusif yang langka di dunia. Kolaborasi dengan pasar regional ASEAN membuka arus kunjungan wisatawan berkualitas tinggi (high-yield travelers),” jelas perwakilan Direktorat Promosi Pariwisata Kemenpar.

Pariwisata Berbasis Konservasi dan Masyarakat Lokal

Upaya promosi ini diseimbangkan dengan konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Pengembangan pariwisata dipusatkan di Desa Wisata Payung-payung, di mana warga lokal dilatih menjadi pemandu selam bersertifikasi internasional (PADI/CMAS), penyedia penginapan ramah lingkungan (eco-homestay), hingga pengelola terumbu karang.

Untuk mencegah kerusakan ekosistem, pemerintah daerah bersama kelompok pengawas masyarakat (Pokmaswas) menerapkan sistem kuota harian penyelaman. Aturan ini dibuat berdasarkan daya dukung terumbu karang (reef carrying capacity) agar tidak rusak akibat aktivitas manusia yang berlebihan.

Titik Selam Unggulan Karakteristik & Fauna Kunci Kedalaman Rata-rata
Big Fish Country Arus Deras, Hiu Karang, Barakuda 18 โ€“ 35 Meter
Turtle Traffic Populasi Penyu Hijau & Sisik 10 โ€“ 25 Meter
Mid Reef & Jetty House Terumbu Karang Keras & Makro Bahari 5 โ€“ 15 Meter

Langkah ini mengalihkan fokus pariwisata ke minat khusus (niche tourism) yang bernilai tinggi, sehingga diharapkan memberi efek ganda (multiplier effect) signifikan bagi pendapatan daerah tanpa mengorbankan lingkungan. Sinergi antara promosi global dan perlindungan ekosistem ini diharapkan menjadikan Maratua sebagai tolok ukur ekonomi biru (blue economy) berkelanjutan di Indonesia bagian timur.

Lokasi Berita:
33 Kali Dilihat