Toyota Perkirakan Butuh 400 Ribu Robot untuk Otomatisasi Pabrik, Tak Semua Humanoid

Toyota Perkirakan Butuh 400 Ribu Robot untuk Otomatisasi Pabrik, Tak Semua Humanoid
gambar ilustrasi. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Toyota memperkirakan kebutuhan 400 ribu robot untuk otomatisasi pabriknya. Angka ini mencakup robot untuk Toyota Motor, perusahaan grup, dan pemasok utama, termasuk penggantian mesin lama serta pemasangan baru, dan tidak seluruhnya berupa robot humanoid.

Menurut laporan Reuters pada Jumat, 18 September 2026, modernisasi fasilitas ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar 1 triliun yen atau US$6,4 miliar per tahun mulai 2028. Namun, Toyota belum memastikan apakah seluruh investasi tersebut akan dilaksanakan maupun berapa tahun pengeluarannya akan berlangsung.

Potensi investasi ini sempat dibahas bersama investor pada awal September 2026. Ruang lingkupnya meliputi robot industri, otomatisasi logistik, serta pengembangan kolaborasi manusia dan robot di lantai produksi. Dengan demikian, angka 400 ribu unit menggambarkan perkiraan kebutuhan berbagai jenis robot dalam lingkungan usaha yang lebih luas daripada Toyota Motor saja. Reuters tidak merinci perbandingan jumlah humanoid dan non-humanoid dalam estimasi tersebut.

Robot Humanoid di Kanada Menangani Wadah Komponen

Contoh penggunaan robot humanoid di lingkungan Toyota sebelumnya telah diumumkan di Kanada. Dalam publikasi Association for Advancing Automation (A3) pada 19 Februari 2026, Toyota Motor Manufacturing Canada mengonfirmasi rencana penggunaan tujuh robot Digit buatan Agility Robotics di fasilitas perakitan Woodstock, Ontario.

Rencana tersebut mengikuti uji coba selama sekitar satu tahun yang melibatkan tiga robot. Toyota Canada menggunakan skema penyewaan atau robots as a service, dengan kemungkinan penambahan unit apabila pelaksanaan tahap berikutnya berjalan baik. Digit direncanakan memuat dan membongkar wadah komponen dari forklift otonom. Tugas awalnya berada dalam kegiatan logistik fasilitas, bukan mengambil alih seluruh proses perakitan kendaraan.

Presiden Toyota Motor Manufacturing Canada, Tim Hollander, menyampaikan bahwa perusahaan memilih Digit setelah mengevaluasi sejumlah robot. Ia mengaitkan penggunaannya dengan peningkatan pengalaman kerja anggota tim dan efisiensi operasional fasilitas manufaktur. Selain tugas awal tersebut, Agility dan Toyota Canada akan mengevaluasi penggunaan lain untuk mendukung produksi otomotif. Dalam keterangan yang dimuat A3, keduanya menjajaki otomatisasi pekerjaan yang sangat berulang dan membebani fisik.

Penggunaan robot untuk tugas tersebut diharapkan mengurangi ketegangan tubuh serta meningkatkan keselamatan pekerja, sekaligus memberi kesempatan kepada karyawan untuk menangani pekerjaan bernilai tambah lebih tinggi. Program Digit merupakan pengumuman tersendiri dengan jumlah unit dan tugas yang spesifik. Sumber yang diperiksa tidak menjelaskan bahwa program di Kanada itu merupakan bagian dari pelaksanaan estimasi kebutuhan 400 ribu robot.

Robot Industri Sudah Digunakan Luas di Otomotif Jepang

Di luar pengujian humanoid, robot industri telah menjadi bagian dari manufaktur kendaraan Jepang. International Federation of Robotics (IFR), dalam rilis bertanggal 15 Juli 2025, melaporkan hasil awal bahwa industri otomotif Jepang memasang sekitar 13 ribu robot industri sepanjang 2024.

Jumlah itu meningkat 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi tingkat pemasangan tertinggi sejak 2020. Produsen kendaraan menyumbang sekitar 25 persen dari seluruh pemasangan robot tahunan di Jepang. IFR juga menjelaskan bahwa industri otomotif Jepang sedang menyesuaikan fasilitas produksi dengan perkembangan teknologi penggerak kendaraan. Portofolio yang mencakup kendaraan listrik baterai, sel bahan bakar, dan pengembangan mesin berbahan bakar hidrogen membutuhkan teknologi produksi yang sesuai.

Data pemasangan robot di Jepang tersebut merupakan gambaran industri secara keseluruhan pada 2024, bukan rincian kebutuhan Toyota. Sementara itu, perkiraan Toyota mencakup berbagai jenis robot di perusahaan, grup usaha, dan pemasok, dengan realisasi investasi modernisasi yang belum dipastikan.

21 Kali Dilihat