Ringkasan Berita:
- Dinkes Kaltim baru berhasil menemukan 56-60% kasus TBC, masih di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 90%.
- Dari estimasi 21 ribu kasus, Kaltim perlu menemukan sekitar 18 hingga 19 ribu penderita untuk memenuhi target.
- Fokus utama pemerintah saat ini adalah memaksimalkan penemuan penderita TBC untuk segera diberikan pengobatan yang tepat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinkes Kaltim secara proaktif menggencarkan penemuan kasus TBC di Kaltim untuk mengejar target cakupan nasional. Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, pada Kamis (4/6/2026), menyatakan bahwa capaian penemuan kasus di daerahnya baru mencapai 56 hingga 60 persen, sementara target nasional yang harus dicapai adalah 90 persen dari total estimasi kasus. Upaya ini krusial untuk memastikan semua penderita mendapatkan penanganan medis dan mempercepat program eliminasi tuberkulosis.
Tantangan Mencapai Target Nasional
Indikator keberhasilan program pengendalian TBC tidak lagi diukur dari naik turunnya angka estimasi, melainkan dari persentase penderita yang berhasil ditemukan dan diobati. Pemerintah pusat telah menetapkan target ambisius, yakni penemuan kasus harus mencapai 90% dari total estimasi.
Jaya Mualimin menjelaskan lebih detail mengenai angka yang harus dicapai. “Dengan estimasi sekitar 21 ribu kasus, jumlah penderita yang harus ditemukan dan ditangani berada pada kisaran 18 ribu hingga 19 ribu orang. Namun hingga kini, jumlah kasus yang berhasil dijangkau masih sekitar 15 ribu kasus,” terangnya. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan signifikan yang perlu segera ditangani melalui strategi penemuan kasus yang lebih agresif, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan gejala TBC agar segera memeriksakan diri.
Strategi Berbasis Estimasi dan Penemuan Aktif
Pemerintah menggunakan angka estimasi sebagai dasar perencanaan, bukan sebagai cerminan lonjakan kasus nyata. Proyeksi ini disusun berdasarkan perhitungan epidemiologi dengan berbagai skenario.
“Yang kita lakukan sebenarnya adalah estimasi. Estimasi itu sudah disampaikan sampai tahun 2030. Angkanya bertahap naik dari sekitar 21 ribu hingga 23 ribu kasus,” ujar Jaya. Beliau menegaskan bahwa prioritas utama adalah menemukan penderita untuk memberikan pengobatan TBC yang efektif.
Rincian Estimasi dan Capaian Saat Ini
- Estimasi Kasus 2026: Sekitar 21.000 kasus.
- Proyeksi Kasus 2030: Diperkirakan mencapai 23.000 kasus.
- Target Penemuan Nasional: 90% dari estimasi (sekitar 18.000 – 19.000 kasus).
- Capaian Penemuan Saat Ini: Sekitar 15.000 kasus (setara 56-60%).
“Saat ini, kita masih berupaya meningkatkan cakupan penemuan kasus yang berada di kisaran 56 hingga 60 persen dari total estimasi yang ada,” tambah Jaya. Dengan fokus pada penemuan aktif, Dinkes Kaltim berharap dapat menjangkau lebih banyak penderita, memutus rantai penularan, dan selangkah lebih dekat menuju eliminasi TBC di Kalimantan Timur pada tahun 2030.