Program Makan Gratis Balikpapan Kini Jangkau Ibu Hamil dan Balita

Program Makan Gratis Balikpapan Kini Jangkau Ibu Hamil dan Balita
Program Makan Gratis Balikpapan Kini Jangkau Ibu Hamil dan Balita. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan resmi memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyasar kelompok rentan baru, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kebijakan yang diumumkan pada Kamis (4/6/2026) ini merupakan langkah strategis untuk menekan risiko masalah gizi sejak dini dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus melalui pengaktifan 12 dapur MBG di seluruh wilayah kota.

Perluasan program ini adalah bagian dari upaya intervensi gizi pada periode krusial, mulai dari masa kehamilan hingga usia dini anak. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan pentingnya akurasi data untuk memastikan bantuan sampai kepada yang berhak.

Akselerasi Pendataan Demi Penyaluran Tepat Sasaran

Untuk mendukung efektivitas program, Pemkot Balikpapan kini mempercepat proses pendataan calon penerima manfaat. Proses ini melibatkan sinergi antara Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, dan organisasi perangkat daerah terkait data kependudukan.

“Dengan data yang valid dan terintegrasi, penyaluran makanan bergizi kepada penerima manfaat bisa secara tepat dan efektif,” kata Bagus Susetyo. Menurutnya, sinkronisasi data menjadi kunci utama agar Program Makan Bergizi Gratis ini tidak salah sasaran.

Beberapa dapur MBG bahkan dilaporkan telah memulai distribusi makanan kepada ibu hamil dan balita sambil proses pembaruan data terus berjalan. “Kami ingin memastikan seluruh penerima manfaat terdata dengan baik sehingga penyaluran program berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Jaminan Standar Operasional dan Higienitas Dapur MBG

Di samping perluasan sasaran, Pemkot Balikpapan juga berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan yang didistribusikan. Pengawasan ketat dilakukan terhadap kesiapan operasional seluruh 12 dapur MBG yang telah aktif.

Bagus memastikan bahwa seluruh dapur telah memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk fasilitas sanitasi dan pengelolaan limbah. “Terkait sarana pendukung, termasuk instalasi pengolahan limbah, seluruh dapur yang beroperasi sudah memenuhi persyaratan. Saat ini tidak ada lagi dapur yang operasional setop sementara karena persoalan tersebut,” tegasnya.

Untuk menjaga kepercayaan publik dan kualitas layanan, pengelola SPPG didorong untuk melengkapi beberapa sertifikasi penting, antara lain:

  • Sertifikat Higiene Sanitasi untuk menjamin kebersihan lingkungan dapur.
  • Sertifikasi Kompetensi bagi tenaga pengolah makanan.
  • Sertifikasi Halal untuk memastikan kehalalan seluruh menu yang disajikan.

Langkah komprehensif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Balikpapan yang sehat dan berkualitas.

39 Kali Dilihat
Redaksi

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Indonesia.

Lihat semua artikel →