Pemerintah Kota Balikpapan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud secara konsisten menekankan urgensi sertifikasi halal, khususnya bagi produk unggas dan makanan olahan berbahan dasar hewani. Penegasan ini bertujuan untuk menjamin kehalalan dan keberkahan setiap konsumsi masyarakat, sekaligus memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.
Pernyataan penting ini disampaikan oleh Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, di hadapan media massa. Momentum tersebut terjadi setelah acara buka puasa bersama dan Sholat Tarawih berjamaah, yang sekaligus menjadi pembuka rangkaian Safari Ramadhan 1447 H. Kegiatan keagamaan dan silaturahmi ini diselenggarakan di Aula Rumah Jabatan Walikota, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan, pada hari Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut Walikota, keabsahan dan kehalalan makanan yang dikonsumsi masyarakat merupakan aspek fundamental yang secara langsung memengaruhi kesehatan fisik dan spiritual, serta membawa keberkahan dalam kehidupan. “Makanan yang masuk ke tubuh kita harus benar-benar halal dan baik. Kalau halal dan sesuai kaidah, insya Allah penuh keberkahan dan itu yang kita harapkan dalam kehidupan,” ujar Rahmad Mas’ud, menggarisbawahi dampak positif dari konsumsi produk halal.
Fasilitasi Pemerintah dan Dorongan Pasar Syariah untuk Produk Halal
Dalam upaya mendukung implementasi ini, Pemerintah Daerah Balikpapan telah menyediakan platform khusus berupa laman daring untuk memudahkan para pelaku usaha dalam mengurus sertifikasi halal. Layanan ini mencakup berbagai jenis produk, mulai dari produk unggas seperti ayam potong, hingga beragam makanan olahan populer yang banyak dijual di pasaran, seperti bakso, sosis, dan salome.
Selain fasilitasi sertifikasi halal, Rahmad Mas’ud juga aktif mendorong penerapan konsep pasar syariah di wilayahnya. Meskipun mengakui bahwa konsep ini belum sepenuhnya diterapkan di seluruh pasar, sosialisasi intensif akan terus digencarkan. Edukasi dan pemahaman akan diberikan secara berkelanjutan, terutama kepada para pedagang makanan siap saji, agar masyarakat dapat merasa tenang dan yakin terhadap kehalalan makanan yang mereka konsumsi.
Makna Spiritual dan Keberkahan di Balik Inisiatif Halal
Walikota Balikpapan menjelaskan bahwa inisiatif sertifikasi halal dan seluruh rangkaian kegiatan yang menyertainya bukan hanya sekadar proses administratif semata, melainkan juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Pelaksanaan kegiatan ini, khususnya di bulan suci Ramadan, menjadi momentum yang sangat strategis untuk memperkuat keimanan, melatih diri menahan hawa nafsu, dan membiasakan diri dalam kebaikan. “Ramadan ini momentum untuk memperkuat keimanan, menahan hawa nafsu, dan membiasakan kebaikan. Bukan hanya di bulan Ramadan, tapi harus istiqamah di bulan-bulan berikutnya,” tegasnya.
Sebagai pejabat publik, aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai kebaikan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat lintas agama. Rahmad Mas’ud menutup pernyataannya dengan menegaskan visi Kota Balikpapan sebagai “kota global yang nyaman untuk semua”, di mana setiap umat beragama dapat menjalankan keyakinannya masing-masing dengan saling menghormati dan menciptakan keharmonisan. Rangkaian agenda Ramadan Pemerintah Kota Balikpapan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap pekan untuk mempererat kebersamaan dan memupuk nilai-nilai keagamaan.