Dugaan Keracunan MBG di Cilacap dan Batang pada 23 September, Ratusan Orang Alami Keluhan

Dugaan Keracunan MBG di Cilacap dan Batang pada 23 September, Ratusan Orang Alami Keluhan
Dugaan Keracunan MBG di Cilacap dan Batang pada 23 September, Ratusan Orang Alami Keluhan. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) ditangani di dua wilayah Jawa Tengah pada Rabu, 23 September 2026. Di Kabupaten Cilacap, 361 siswa SMAN 1 Sampang dilaporkan mengalami keluhan. Di Kabupaten Batang, jumlah warga bergejala yang tercatat hingga pukul 20.00 WIB mencapai 287 orang. Penyebab keluhan dalam kedua peristiwa itu masih ditelusuri.

Angka tersebut merupakan laporan sementara dari dua lokasi yang berbeda, bukan total resmi kasus keracunan MBG di Indonesia dalam 24 jam. Jumlahnya juga tidak menunjukkan bahwa seluruh orang yang bergejala telah menjalani rawat inap. Sebagian mendapat penanganan di sekolah atau menjalani rawat jalan, sementara yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Waktu kejadian penting dibedakan dari tanggal berita diterbitkan. Di Cilacap, sebagian siswa menyatakan mulai merasakan gejala pada Selasa malam, 22 September, setelah menyantap menu MBG hari itu. Kondisi sejumlah siswa memburuk saat berada di sekolah pada Rabu pagi. Penanganan di Batang juga berlangsung pada Rabu, setelah warga mengeluhkan gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.

361 Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Alami Keluhan

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, merinci siswa yang mengalami keluhan terdiri atas 108 siswa kelas X, 125 siswa kelas XI, dan 128 siswa kelas XII. Dengan demikian, angka 361 merujuk pada siswa yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, bukan jumlah siswa yang dirawat di rumah sakit.

Keluhan yang dilaporkan mencakup mual, pusing, dan diare. Menurut keterangan Hasanuddin pada Rabu, 23 September 2026, sebanyak 70 siswa mendapat obat di sekolah dan 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang. Enam siswa menjalani rawat inap di puskesmas, sedangkan 19 siswa dirujuk ke RSUD Cilacap.

Dinas kesehatan mengerahkan dua tim serta melibatkan sejumlah puskesmas untuk memeriksa siswa, memberikan pengobatan, dan mengatur rujukan. Keterangan seorang siswa menunjukkan gejala pada sebagian murid sudah muncul sejak malam sebelumnya. Namun, hubungan pasti antara makanan yang dikonsumsi dan seluruh keluhan siswa tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jumlah Warga Bergejala di Batang Bertambah pada Malam Hari

Di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, penanganan dilakukan terhadap siswa dari berbagai jenjang pendidikan serta sejumlah orang tua murid. Sebagian orang tua dilaporkan ikut mengonsumsi makanan yang dibawa pulang anaknya. Keluhan yang muncul antara lain mual, muntah, dan pusing.

Pendataan di Batang bergerak sepanjang Rabu malam. Dokumentasi ANTARA mencatat keterangan Wakil Bupati Batang Suyono bahwa pemerintah daerah menangani 276 orang per pukul 20.38 WIB. Dalam laporan berikutnya, Suyono menyebut jumlah tersebut telah meningkat menjadi 287 orang. Kedua angka itu merupakan pembaruan atas satu peristiwa di Bawang dan tidak boleh dijumlahkan.

Para warga yang mengalami keluhan mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Bawang dan RSUD Kalisari Batang. Pemerintah daerah menyatakan sekitar 2.700 orang menerima manfaat MBG dari SPPG Bawang. Angka penerima manfaat tersebut tidak berarti semuanya mengalami gangguan kesehatan.

Sampel makanan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menilai kemungkinan kaitannya dengan makanan yang dibagikan. Hingga laporan pada 23 September malam, belum ada hasil laboratorium dari peristiwa Batang yang dapat dijadikan dasar untuk memastikan bahan makanan tertentu sebagai penyebab.

 

Lokasi Berita:
18 Kali Dilihat