Petinju Indonesia Daud Yordan merebut sabuk ABF Diamond usai mengalahkan petinju Filipina Ador Torres di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 10 Oktober 2026 malam. Kemenangan itu menandai kembalinya Daud ke ring setelah sekitar dua tahun absen.
Duel delapan ronde itu digelar di kelas menengah yunior atau super welter, dengan batas berat 69,853 kilogram. Asia Boxing Federation (ABF) selaku pemberi sanksi gelar memutuskan Daud sebagai pemenang. Laga berlangsung penuh delapan ronde, sehingga pemenang ditentukan lewat keputusan angka.
Menekan sejak ronde pertama
Komentator siaran langsung pertandingan menyebut Daud tampil agresif sejak bel ronde pertama. Ia langsung merangsek masuk dan melepas kombinasi pukulan ke badan dan hook ke kepala.
Komentator menilai gaya itu berbeda dari kebiasaan Daud. Ia datang sebagai petinju yang biasa menunggu untuk membalas pukulan. Malam itu, ia memilih bertarung dari jarak dekat.
Torres, petinju kidal berjuluk The Terminator, berusaha menjaga jarak dengan gerakan kepala dan pukulan lurus. Daud terus memotong langkahnya. Lawan berulang kali terdesak ke sudut ring sejak ronde keempat.
Momen paling keras terjadi di ronde ketujuh. Sebuah hook Daud disebut membuat Torres goyah beberapa detik. Tak lama kemudian, pukulan lurus Daud membuat Torres terdorong mundur. Torres terpaksa merangkul lawan untuk bertahan.
Di ronde terakhir, Daud kembali memburu Torres untuk mengakhiri laga lebih cepat. Namun, Torres bertahan hingga bel akhir. Komentator siaran menilai Daud unggul sejak ronde pertama hingga kedelapan. Rincian skor ketiga hakim belum dipublikasikan.
Laga dipimpin wasit asal Thailand, Chris Samnieng Aedch. Tiga hakim di pinggir ring adalah Hendra Yulio, Reinhard Sitompul, dan Eric Suwarna.
Naik dua kelas di usia 39 tahun
Ini pertama kalinya Daud Yordan bertanding di kelas menengah yunior. Sebelumnya ia berlaga di kelas welter yunior dengan batas 63,503 kilogram. Artinya, ia naik dua kelas sekaligus.
Laga terakhir Daud sebelum malam itu berlangsung pada 7 September 2024 di gedung yang sama. Saat itu ia menang KO ronde kedelapan atas petinju Argentina, Hernan Carrizo.
Daud kini berusia 39 tahun, delapan tahun lebih tua dari Torres. Sebelum laga, rekornya tercatat 43 menang dan 4 kalah, dengan 31 kemenangan KO dan satu no contest. Torres datang dengan rekor 15 menang, 8 kalah, dan 2 seri.
Malam itu Daud juga berperan sebagai promotor. Lewat perusahaan promosinya, ia menggelar ajang Back to Champions 2026 dengan 13 partai dan menempatkan dirinya di laga utama.
Wacana duel dua senator
Kemenangan ini disebut sebagai langkah menuju laga impian melawan Manny Pacquiao. Dalam tayangan siaran, Daud mengatakan sudah lebih dari lima kali melawan petinju Filipina dan memenangi semuanya.
Daud, yang juga anggota DPD RI dari Kalimantan Barat, menyebut hanya ada dua petinju di dunia yang menjadi politisi aktif. Keduanya adalah dirinya dan Pacquiao, mantan senator Filipina.
Ia menyebut rencana itu sebagai “duel antara senator melawan eks-senator”. Daud mengaku yakin bisa menang, tetapi mengakui jalannya tidak mudah dan masih dibicarakan. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi soal kesepakatan laga tersebut.
Bagi Daud Yordan, laga di Pontianak bukan sekadar perebutan sabuk. Dalam monolog di siaran, ia mengatakan kembali ke ring untuk membakar lagi semangat tinju tanah air dan membuka jalan bagi petinju muda.
Tulis Komentar