Sebuah insiden yang terekam kamera dan kini telah menyebar luas di platform media sosial menuai kecaman publik. Video tersebut menampilkan seorang anggota DPRD Jember main game di ponselnya, bahkan sambil merokok, di tengah-tengah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Jember yang sedang membahas isu krusial yaitu stunting.
Rapat penting yang berlangsung belum lama ini tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan, BPJS, serta para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jember. Fokus pembahasan adalah evaluasi data, penanganan gizi anak, dan layanan kesehatan masyarakat untuk mengatasi masalah stunting yang serius. Stunting, sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, merupakan ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, rapat ini semestinya menjadi forum serius untuk mencari solusi konkrit.
Namun, dalam cuplikan video yang diunggah oleh akun Instagram @pak_jitu, terlihat jelas bahwa salah satu anggota dewan tidak menunjukkan fokus pada diskusi. Mengenakan peci dan jas hitam, ia justru asyik bermain gim di gawai pribadinya. Lebih mencengangkan lagi, ia juga terlihat santai merokok di dalam ruangan rapat yang tertutup, seolah abai terhadap keseriusan agenda dan etika rapat.
Sosok yang menjadi sorotan tersebut kemudian teridentifikasi sebagai Achmad Syahri As Siddiqi, atau akrab disapa Ra Syahri. Ia diketahui merupakan anggota DPRD Jember termuda, yang baru dilantik untuk periode 2024-2029 pada usianya yang baru menginjak 25 tahun. Ra Syahri juga merupakan putra pertama dari Achmad Fadil Muzakki Syah (Ra Fadil), seorang mantan anggota DPR RI. Latar belakang ini justru semakin mempertebal ekspektasi publik terhadap profesionalismenya sebagai wakil rakyat.
Reaksi warganet pun tak terhindarkan. Kolom komentar di berbagai unggahan media sosial dipenuhi kritik pedas yang menyoroti perilaku tidak profesional sang anggota dewan. Banyak yang menyayangkan sikapnya di tengah pembahasan isu sepenting stunting.
- “Main game saat rapat, ngerokok di ruangan tertutup dan ber-AC? Keren sekali, representasi wakil rakyat yang patut dipertanyakan,” sindir salah satu pengguna media sosial.
- “Pembahasan rapat tentang stunting itu penting, tapi sepertinya ada yang lebih tertarik pada skor game-nya,” tambah warganet lain dengan nada sarkas.
- “Judul rapat ‘jangan ada politisasi angka stunting’ tapi yang terekam malah anggota DPRD Jember main game dan merokok. Beginikah model yang mewakili suara rakyat?” komentar netizen lainnya, mempertanyakan komitmen dan integritas pejabat publik.
Insiden ini tidak hanya memicu perdebatan tentang etika dan profesionalisme pejabat publik, tetapi juga kembali mengangkat isu akuntabilitas wakil rakyat terhadap mandat yang diembannya. Ketika masyarakat berjuang menghadapi berbagai masalah, termasuk krisis gizi pada anak, harapan akan keseriusan dan dedikasi dari para pembuat kebijakan menjadi sangat tinggi. Perilaku semacam ini berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dan proses pengambilan keputusan yang seharusnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat.