Lagu-lagu dari Idgitaf akan menjadi bagian krusial dalam pementasan Home Sweet Loan The Musical. Pertunjukan yang diadaptasi dari novel karya Almira Bastari ini dijadwalkan berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, mulai 30 September hingga 18 Oktober 2026.
Keterlibatan Idgitaf bukan sekadar musik latar. Menurut produser Cristian Imanuell, lagu-lagunya dikembangkan untuk menjadi salah satu tulang punggung cerita. Musik ini akan menerjemahkan perjalanan emosional Kaluna, tokoh utama yang berjuang menghadapi tekanan keluarga, pekerjaan, dan kondisi keuangan demi memiliki rumah sendiri.
Lagu Baru untuk Kegelisahan Kaluna
Jika dalam film Home Sweet Loan (2024) Idgitaf menyumbang lagu “Berakhir di Aku”, untuk versi musikal ini ia menyiapkan sejumlah lagu baru. Dua di antaranya yang sudah diperkenalkan adalah “Cukup Nggak Cukup” dan “Amarah Seperti Apa”.
Lagu “Cukup Nggak Cukup” menggambarkan kegelisahan saat memeriksa isi rekening yang harus dibagi untuk berbagai kebutuhan. Sementara itu, “Amarah Seperti Apa” mengangkat konflik batin saat seseorang kecewa pada saudaranya sendiri, di mana rasa kesal bercampur dengan ikatan keluarga yang sulit dilepaskan.
Lagu-lagu ini akan ditempatkan pada momen-momen penting, seperti pembukaan, akhir babak pertama, dan penutup. Dengan begitu, musik menjadi bagian dari alur cerita, bukan sekadar selingan antar dialog.
Curahan Hati Kelas Pekerja di Panggung Musikal
Kisah Home Sweet Loan sangat dekat dengan realita banyak pekerja perkotaan. Ceritanya berpusat pada Kaluna, seorang pekerja kantoran yang berusaha membeli rumah di tengah penghasilan terbatas dan tanggung jawab keluarga. Persoalan harga properti, tekanan finansial, dan sulitnya memprioritaskan diri sendiri menjadi tema utamanya.
Dalam versi musikal berdurasi sekitar dua setengah jam ini, isi pikiran Kaluna yang tak terucap akan disampaikan lewat lagu-lagu Idgitaf. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi antara Indonesia Kaya, Visinema, dan Jakarta Art House, dengan naskah yang ditulis oleh Widya Arifianti dan Yemima Krisantina.
Menariknya, karakter Kaluna akan diperankan oleh dua aktris berbeda secara bergantian, yang masing-masing akan memberikan interpretasi uniknya. Penonton diimbau untuk memeriksa jadwal pertunjukan, pemeran, dan kategori kursi sebelum membeli tiket.