Veda Ega Pratama Lolos Q2 Moto3 San Marino Meski Cedera Punggung

Hasil Kualifikasi Moto3 San Marino 2026, Veda Ega Pratama Start Posisi ke-16
Veda Ega Pratama. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan perjuangan dramatis pada seri putaran ke-14 Moto3 2026 di Misano World Circuit Marco Simoncelli, San Marino, Italia, Jumat (11/9/2026). Meski sempat mengalami kecelakaan (crash) saat latihan hingga menderita cedera pada area punggung, pembalap andalan Honda Team Asia ini dinyatakan fit oleh tim medis dan sukses mengamankan tiket langsung ke babak kualifikasi 2 (Q2).

Kecelakaan yang menimpa Veda terjadi di luar pekan balap saat ia terjatuh dalam sesi latihan Moto3 San Marino. Usai merampungkan sesi latihan, pembalap bernomor motor 9 itu langsung mendatangi pusat medis yang disiapkan pihak penyelenggara grand prix di Sirkuit Misano. Berdasarkan hasil pemeriksaan resmi, Veda mendapat lampu hijau dari tim medis untuk terus melanjutkan rangkaian balapan karena kondisinya dinilai memungkinkan untuk bersaing di atas lintasan.

Melalui akun media sosial resminya, Honda Team Asia mengonfirmasi situasi fisik pembalapnya. “Veda mengalami sedikit ketidaknyamanan di bagian punggungnya karena kecelakaan selama latihan, tetapi dia (Veda Ega Pratama) 100% siap,” tulis pihak Honda Team Asia.

Konsistensi di Lintasan dan Kecepatan Puncak

Di tengah perjuangan mengelola rasa tidak nyaman pada fisiknya, Veda menunjukkan ketangguhan mental luar biasa di atas lintasan kering sepanjang 4.226 meter tersebut. Pembalap asal Indonesia ini melahap total 17 putaran sepanjang sesi latihan dan mempertajam catatan waktunya secara bertahap. Puncaknya terjadi pada putaran ke-15, di mana Veda menorehkan waktu lap terbaik 1 menit 41,770 detik.

Hasil catatan waktu tersebut menempatkan Veda di peringkat ke-13 dalam klasifikasi akhir sesi latihan, terpaut selisih 1,003 detik dari urutan teratas. Torehan waktu tajam ini sekaligus membuat Veda mengungguli rekan satu timnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, yang terlempar ke posisi ke-20.

Selain catatan waktu putaran, motor Honda tunggangan Veda juga memperlihatkan performa kompetitif di lintasan lurus. Pembalap Indonesia ini membukukan kecepatan puncak (top speed) mencapai 211,7 km/jam. Raihan ini menempatkannya di jajaran teratas daftar kecepatan tertinggi sesi latihan, sekaligus menjadi bukti padunya koordinasi gaya balap Veda dengan setelan mesin motor.

David Almansa Memimpin, Sejumlah Rival Terlempar ke Q1

Sesi latihan putaran ke-14 Moto3 Misano 2026 dipimpin oleh pembalap asal Spanyol, David Almansa. Mengendarai motor KTM bersama tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP, Almansa keluar sebagai yang tercepat usai membukukan waktu 1 menit 40,767 detik pada putaran ke-15. Posisi kedua ditempati pembalap Australia dari GRYD Racing, Joel Kelso, yang memacu motor Honda dengan torehan waktu 1 menit 41,169 detik atau berselisih 0,402 detik.

Pembalap CFMoto Gaviota Aspar Team, Maximo Quiles, mengamankan posisi ketiga dengan motor KTM lewat catatan waktu 1 menit 41,325 detik. Pembalap Spanyol ini juga mencatatkan rekor top speed tertinggi sepanjang sesi latihan dengan torehan 212,5 km/jam.

Keberhasilan Veda mengunci posisi ke-13 menjadi capaian krusial karena ia berhak melaju langsung menuju kualifikasi Q2 tanpa harus melalui babak kualifikasi 1 (Q1). Sebaliknya, persaingan ketat membuat pembalap seperti Hakim Danish, Guido Pini, serta Alvaro Carpe harus berjuang dari sesi Q1. Kegagalan ini sekaligus menandai kali pertama bagi Alvaro Carpe tidak mendapatkan tiket kelolosan langsung ke babak Q2.

Insiden dengan Maximo Quiles Menunggu Keputusan

Di samping catatan waktu dan kondisi fisik, fokus Veda Ega Pratama kini juga tertuju pada evaluasi insiden lintasan yang melibatkan dirinya dengan Maximo Quiles. Peristiwa tersebut berlangsung sekitar menit kesembilan jalannya sesi latihan.

Kala itu, posisi Veda berada di depan Quiles yang tengah berupaya keras membukukan waktu putaran terbaik. Quiles kemudian mencoba melewati laju Veda dan terlihat mengangkat tangan kanannya seusai berhasil mendahului. Isyarat tangan dalam ajang balap motor kerap dimanfaatkan pembalap guna mengomunikasikan situasi tertentu kepada pembalap lain di lintasan. Kendati demikian, pengawas balapan memiliki otoritas mutlak untuk meninjau rekaman insiden dan memutuskan apakah terdapat pelanggaran regulasi atau tidak, sehingga kubu pembalap masih menantikan putusan dari FIM MotoGP.

Kelolosan langsung menuju Q2 memberi napas lega bagi kubu Honda Team Asia. Pasalnya, tim kini memperoleh waktu tambahan yang berharga untuk menganalisis data telemetri, merawat kondisi kebugaran pembalap, serta menyempurnakan setelan motor sebelum perebutan starting grid dimulai.

Veda sendiri mengaku cukup puas dengan ritme awal di hari pembuka, kendati menyadari tantangan sebenarnya ada pada konsistensi saat balapan utama. “Saya senang dengan jalannya Jumat,” ungkap Veda dalam pernyataan resminya. “Sekarang saya punya beberapa poin yang bisa saya kerjakan bersama tim. Langsung masuk Q2 memberi kami waktu tambahan. Jadi, kami akan terus bekerja dan berusaha meningkatkan catatan waktu serta posisi kami.”

Kini, fokus Veda terbagi antara memulihkan rasa tidak nyaman pada punggungnya, menanti ketetapan resmi FIM MotoGP terkait insiden dengan Quiles, serta mematangkan strategi teknis demi memperebutkan posisi start terdepan pada sesi kualifikasi Q2 Moto3 San Marino 2026.

19 Kali Dilihat