Tiga Awak KM Balama GT 27 Ditemukan Selamat Setelah Tiga Hari Hilang Kontak

Tiga Awak KM Balama GT 27 Ditemukan Selamat Setelah Tiga Hari Hilang Kontak
gambar: ilustrasi. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Tiga awak KM Balama GT 27 ditemukan selamat di perairan Sulawesi Utara setelah kapal yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak selama tiga hari. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menuju Kabupaten Taliabu, Maluku Utara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh Rizal mengatakan KM Balama GT 27 ditemukan oleh KM Aldaisar pada Senin, 14 September 2026. Lokasi penemuan berjarak sekitar 84 mil laut dari titik terakhir kapal sebelum kehilangan kontak.

Kapal ditemukan pada koordinat 0°1’7,62″ Lintang Selatan dan 124°25’24,00″ Bujur Timur. Berdasarkan keterangan Basarnas, titik tersebut telah masuk wilayah perairan Sulawesi Utara pada 14 September 2026.

Tiga awak yang ditemukan adalah Ismail selaku nakhoda serta Hasan Usman dan La Alami. Ketiganya dipastikan selamat dan dilaporkan dalam kondisi sehat meskipun telah terombang-ambing di laut selama tiga hari.

Setelah ditemukan, para awak dievakuasi menuju daratan terdekat di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Proses evakuasi ke darat selesai sekitar pukul 18.00 WITA.

Gangguan mesin terjadi dalam pelayaran menuju Taliabu

KM Balama GT 27 bertolak dari Pelabuhan Rakyat Kabupaten Banggai pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 01.00 WITA. Kapal tersebut membawa tiga awak dengan tujuan Jorjoga di Kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Dalam pelayaran di perairan antara Luwuk dan Taliabu, kapal mengalami masalah teknis pada bagian mesin yang dalam laporan awal disebut berkaitan dengan poros. Komunikasi dengan kapal kemudian terputus sehingga peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pencarian dan pertolongan.

Belum ada penjelasan lebih terperinci mengenai penyebab kerusakan mesin maupun kondisi teknis KM Balama GT 27 setelah ditemukan. Karena itu, gangguan mesin tetap ditempatkan sebagai keterangan awal berdasarkan informasi yang disampaikan selama operasi SAR.

Pencarian diperluas pada hari ketiga

Memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian karena keberadaan kapal belum diketahui. Koordinasi turut dilakukan dengan Kantor SAR Gorontalo dan Kantor SAR Manado untuk mendukung pencarian yang telah bergerak semakin jauh dari titik terakhir kapal kehilangan kontak.

Basarnas mengerahkan dua armada dalam operasi hari ketiga, yaitu KN SAR Bhisma dan Rigid Buoyancy Boat. Unsur lain yang terlibat meliputi personel Pos SAR Luwuk, awak KN SAR Bhisma, Unit Siaga SAR Banggai Laut, Syahbandar Luwuk, BPBD, PMI Banggai Laut, pemilik kapal, dan masyarakat.

Pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah KM Aldaisar menemukan KM Balama GT 27 di perairan Sulawesi Utara. Jarak penemuan sekitar 84 mil laut dari posisi terakhir menunjukkan bahwa kapal telah bergerak cukup jauh selama kehilangan kontak.

Seluruh awak dievakuasi dalam kondisi sehat

Muh Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian. Ia menilai keberhasilan menemukan tiga awak tidak terlepas dari koordinasi tim SAR dan bantuan masyarakat, termasuk nelayan serta kapal yang berada di sekitar area pencarian.

Penemuan tersebut mengakhiri kekhawatiran terhadap kondisi Ismail, Hasan Usman, dan La Alami. Ketiganya berhasil dievakuasi tanpa adanya laporan korban jiwa maupun awak yang masih hilang.

Setelah tiga awak KM Balama GT 27 ditemukan selamat dan dibawa ke daratan, Basarnas menyatakan operasi SAR selesai. Penutupan operasi dilakukan karena seluruh orang yang dicari telah ditemukan dan proses evakuasi telah dituntaskan.

Lokasi Berita:
19 Kali Dilihat