Gunung Semeru Erupsi 11 Kali pada Sabtu, Kolom Abu Capai 900 Meter

Gunung Semeru Erupsi 11 Kali pada Sabtu, Kolom Abu Capai 900 Meter
Gunung Semeru Erupsi 11 Kali pada Sabtu, Kolom Abu Capai 900 Meter. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Sabtu malam, 12 September 2026. Kolom abu teramati mencapai sekitar 900 meter di atas puncak ketika erupsi terjadi pada pukul 19.09 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan bahwa kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut. Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 140 detik.

Gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, itu tercatat mengalami erupsi berulang sepanjang Sabtu. Berdasarkan laporan petugas, sedikitnya 11 erupsi terjadi sejak pukul 03.30 WIB hingga 19.10 WIB dengan tinggi kolom letusan berkisar antara 500 hingga 900 meter di atas puncak Mahameru.

Erupsi juga terjadi pada Sabtu pagi

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru telah terpantau sejak Sabtu pagi. Erupsi pada pukul 05.25 WIB juga menghasilkan kolom abu sekitar 900 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut.

Pada erupsi pagi tersebut, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 129 detik.

Rangkaian letusan sejak dini hari hingga malam menunjukkan aktivitas Gunung Semeru masih berlangsung. Namun, tinggi kolom abu tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran untuk menentukan besarnya ancaman erupsi. Masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan dan rekomendasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Status Gunung Semeru masih Level III Siaga

Tingkat aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Larangan aktivitas juga berlaku dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena terdapat risiko lontaran batu pijar. Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu di kawasan puncak.

Aliran yang perlu diwaspadai terutama meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat menjangkau sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan, terutama ketika terjadi hujan di sekitar puncak.

Masyarakat sekitar Gunung Semeru diminta tetap tenang, mematuhi batas kawasan berbahaya, dan tidak menyebarkan informasi erupsi yang belum terverifikasi. Informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api sebaiknya diperoleh melalui PVMBG, MAGMA Indonesia, BPBD Kabupaten Lumajang, atau instansi resmi lainnya.

Lokasi Berita:
21 Kali Dilihat