Atasi Banjir Bintan Timur, Kanal 275 Meter Senilai Rp970 Juta Dibangun

Atasi Banjir Bintan Timur, Kanal 275 Meter Senilai Rp970 Juta Dibangun
Atasi Banjir Bintan Timur, Kanal 275 Meter Senilai Rp970 Juta Dibangun. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melanjutkan penanganan banjir di Kecamatan Bintan Timur dengan membangun kanal pengendali sepanjang 275 meter. Proyek yang menelan anggaran Rp970,96 juta dari APBD Provinsi ini berlokasi di Kampung Purwodadi, Kelurahan Sungai Lekop, sebuah kawasan yang pernah terendam banjir cukup parah.

Kawasan ini memang punya riwayat banjir yang serius. Pada 2021, genangan besar melanda Kampung Purwodadi hingga Jalan Korindo dan Jalan Nusantara, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter. Banjir saat itu tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga perkebunan warga.

Proyek Lanjutan dari Penanganan Sebelumnya

Pembangunan kanal di tahun 2026 ini bukanlah yang pertama. Pemerintah telah menangani masalah banjir di sini secara bertahap sejak 2021. Pada 2025, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri juga telah mengerjakan bagian sungai yang paling dekat dengan rumah warga.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPP Kepri, Dona Astrina, pekerjaan pada 2025 itu memberikan hasil signifikan. Ia menyebut, pada akhir tahun tersebut, banjir tidak lagi merendam permukiman di Kampung Purwodadi. Proyek tahun ini ditujukan untuk lebih memperkuat jalur aliran dan memperbaiki kerusakan yang masih ada.

Fokus pada Normalisasi dan Perawatan

Pekerjaan yang berlangsung selama 120 hari kalender ini mencakup beberapa hal teknis, seperti normalisasi untuk membersihkan endapan dan material lain yang menghambat aliran. Selain itu, dilakukan pemasangan batu miring di sisi saluran untuk mencegah erosi serta perbaikan bagian saluran yang patah agar air mengalir lancar.

Meski begitu, kanal ini tidak bisa bekerja sendiri. Efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi saluran di hulu dan hilir. Jika sampah, sedimentasi, atau penyempitan jalur terjadi di titik lain, manfaat proyek ini bisa berkurang. Karena itu, akses untuk pemeriksaan dan pemeliharaan rutin menjadi sangat penting.

Keberhasilan proyek ini pada akhirnya akan diuji saat musim hujan tiba. Tolok ukurnya adalah apakah tinggi genangan, luas area terdampak, dan lama air surut berkurang signifikan dibandingkan sebelumnya. Warga juga diimbau untuk melapor jika menemukan masalah seperti sumbatan atau kerusakan pada kanal agar bisa segera ditangani.

Lokasi Berita:
22 Kali Dilihat