Para Bulu Tangkis Ramaikan Kapolri Cup 2026, Jadi Ajang Pemanasan Atlet

Para Bulu Tangkis Ramaikan Kapolri Cup 2026, Jadi Ajang Pemanasan Atlet
Para Bulu Tangkis Ramaikan Kapolri Cup 2026, Jadi Ajang Pemanasan Atlet. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 menjadi panggung baru bagi atlet para bulu tangkis Indonesia. Kompetisi yang berlangsung di Jakarta pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 ini untuk pertama kalinya menyertakan kategori difabel dalam rangkaian pertandingannya.

Bagi para atlet, kehadiran turnamen ini sangat penting untuk menjaga ritme permainan dan menguji kesiapan mental setelah lama tidak berkompetisi. Salah satu yang merasakannya adalah Fredy Setiawan, yang berhasil melaju ke semifinal tunggal putra SL4 setelah mengalahkan Sulton dari Jawa Barat dengan skor 21-9 dan 21-12.

Fredy menargetkan medali emas dan menjadikan Kapolri Cup sebagai try-in atau latih tanding sebelum menghadapi turnamen internasional, termasuk Asian Para Games di Nagoya, Jepang, pada Oktober mendatang. Menurutnya, kompetisi seperti ini membantu membangkitkan kembali suasana dan semangat bertanding yang tidak bisa didapat hanya dari latihan harian.

Di pertandingan lain, Agus Budi Utomo dari Jawa Tengah juga lolos ke semifinal tunggal putra WH1 dan WH2. Ia menang atas Ade Rudianto dari DKI Jakarta dengan skor 21-10 dan 21-7. Berbeda dengan Fredy, Agus tidak masuk dalam tim yang dipersiapkan untuk Asian Para Games dan baru kembali berlatih sekitar 10 hari sebelum turnamen.

“Target awal sebetulnya final, tapi bisa masuk semifinal setelah kembali berlatih sudah cukup baik,” ujar Agus. Ia juga menyoroti pentingnya kompetisi untuk mendorong regenerasi, terutama di kelas kursi roda yang dinilainya masih butuh lebih banyak bibit pemain baru.

Enam Nomor Para Bulu Tangkis Dipertandingkan

Kapolri Cup 2026 yang merupakan hasil kerja sama Polri dan PP PBSI ini mempertandingkan enam nomor untuk kelompok difabel. Pertandingan digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta dan GOR Pondok Bambu.

Berikut adalah nomor yang dipertandingkan:

  • Tunggal putra gabungan (WH1 dan WH2)
  • Tunggal putra SL3
  • Tunggal putra SL4
  • Tunggal putra SU5
  • Tunggal putri gabungan (SL3, SL4, dan SU5)
  • Tunggal gabungan putra dan putri (SH6)

Klasifikasi ini digunakan agar atlet melawan pesaing dengan tingkat fungsi tubuh yang sebanding. Kelas WH untuk atlet kursi roda, SL untuk atlet berdiri dengan hambatan gerak bawah, SU untuk hambatan gerak atas, dan SH6 untuk atlet dengan postur tubuh pendek.

Penggabungan beberapa kelas dilakukan untuk memperbanyak jumlah pertandingan, mengingat jumlah peserta di setiap kelas pada tingkat nasional belum merata. Meski begitu, format ini berbeda dengan kejuaraan internasional yang memiliki pembagian nomor lebih spesifik.

Menjaga Asa Lewat Kompetisi Nasional

Kehadiran turnamen nasional dinilai krusial, tidak hanya bagi atlet pelatnas tetapi juga pemain di luar program. Bagi atlet seperti Agus, kompetisi menjadi motivasi untuk kembali berlatih dan mengukur kemampuan. Sementara bagi pemain baru, ini adalah kesempatan untuk menimba pengalaman dari atlet senior.

Fredy berharap nomor para bulu tangkis dapat terus dipertandingkan di Kapolri Cup edisi berikutnya. Ia juga mengusulkan penambahan nomor ganda putra dan putri untuk memberi lebih banyak pilihan bagi atlet.

Penyelenggaraan enam nomor pada tahun ini menjadi langkah awal yang positif. Dampak jangka panjangnya akan lebih terasa jika kompetisi dapat digelar rutin, jumlah peserta meningkat, dan menjadi bagian dari kalender persiapan atlet menuju panggung internasional.

Lokasi Berita:
16 Kali Dilihat