Perbandingan Biaya Mobil Listrik dan Bensin, Mana Lebih Hemat?

Perbandingan Biaya Mobil Listrik dan Bensin, Mana Lebih Hemat?
Perbandingan Biaya Mobil Listrik dan Bensin, Mana Lebih Hemat?. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Mobil listrik sering disebut lebih hemat daripada mobil bensin karena biaya pengisian dayanya lebih rendah. Namun, harga energi bukan satu-satunya pengeluaran yang perlu dibandingkan.

Harga pembelian, pemasangan pengisi daya di rumah, perawatan, pajak, asuransi, penyusutan nilai kendaraan, dan kebiasaan berkendara juga memengaruhi total biaya yang harus ditanggung pemilik.

Secara umum, mobil listrik dapat memiliki biaya energi dan perawatan rutin yang lebih rendah. Namun, kendaraan tersebut belum tentu langsung lebih murah secara keseluruhan apabila harga belinya jauh lebih tinggi atau pemilik sering menggunakan pengisian cepat berbayar.

Biaya Mobil Tidak Hanya Berasal dari Bahan Bakar

Perbandingan yang hanya melihat biaya listrik dan bensin disebut perbandingan biaya operasional. Untuk mengetahui kendaraan mana yang benar-benar lebih hemat, pembeli juga perlu menghitung total cost of ownership atau total biaya kepemilikan.

Total biaya kepemilikan dapat mencakup:

  • harga pembelian kendaraan;
  • biaya bunga apabila membeli secara kredit;
  • listrik atau bahan bakar;
  • perawatan berkala dan suku cadang;
  • pajak kendaraan;
  • premi asuransi;
  • pemasangan pengisi daya di rumah;
  • biaya parkir dan jalan tol;
  • penyusutan nilai kendaraan;
  • nilai jual kembali.

Biaya parkir dan jalan tol umumnya tidak berbeda hanya karena jenis penggeraknya. Karena itu, komponen tersebut dapat dikeluarkan apabila nilainya sama untuk kedua kendaraan.

Cara Menghitung Biaya Listrik Mobil Listrik

Biaya pengisian mobil listrik dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

Biaya listrik = jarak tempuh ÷ 100 × konsumsi energi per 100 km × tarif listrik

Perhitungan sebaiknya juga menambahkan kehilangan energi selama proses pengisian. Tidak seluruh energi dari meteran listrik masuk dan tersimpan di dalam baterai. Untuk simulasi sederhana, artikel ini menggunakan tambahan kehilangan energi sebesar 10 persen.

Contoh asumsi:

  • jarak tempuh 1.500 kilometer per bulan;
  • konsumsi mobil listrik 15 kWh per 100 kilometer;
  • kehilangan energi pengisian 10 persen;
  • pengisian dilakukan di rumah.

Energi yang dibutuhkan kendaraan:

1.500 ÷ 100 × 15 kWh = 225 kWh

Setelah ditambah perkiraan kehilangan pengisian 10 persen:

225 kWh × 110% = 247,5 kWh

Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 mencantumkan tarif rumah tangga Rp1.444,70 per kWh untuk daya 1.300 dan 2.200 VA. Pelanggan rumah tangga 3.500 VA ke atas memiliki tarif Rp1.699,53 per kWh. Pemerintah menetapkan tarif listrik periode Juli–September 2026 tidak mengalami kenaikan.

Tarif listrik Kebutuhan energi Biaya per bulan
Rp1.444,70 per kWh 247,5 kWh Sekitar Rp357.563
Rp1.699,53 per kWh 247,5 kWh Sekitar Rp420.634

Dengan asumsi tersebut, biaya pengisian mobil listrik di rumah berada di kisaran Rp358 ribu hingga Rp421 ribu per bulan.

Angka sebenarnya dapat berbeda karena konsumsi energi dipengaruhi bobot kendaraan, ukuran baterai, kecepatan, kemacetan, penggunaan pendingin udara, tekanan ban, kondisi jalan, serta gaya mengemudi.

Cara Menghitung Biaya Bensin

Biaya bahan bakar mobil bensin dapat dihitung menggunakan rumus:

Biaya bensin = jarak tempuh ÷ efisiensi kendaraan × harga bensin per liter

Untuk membuat perbandingan yang mudah diperbarui, simulasi ini menggunakan asumsi:

  • jarak tempuh 1.500 kilometer per bulan;
  • efisiensi mobil bensin 14 kilometer per liter;
  • harga bensin Rp13.000 per liter.

Kebutuhan bahan bakar:

1.500 km ÷ 14 km per liter = sekitar 107,14 liter

Biaya bensin:

107,14 liter × Rp13.000 = sekitar Rp1.392.857 per bulan

Harga Rp13.000 hanya digunakan sebagai contoh perhitungan, bukan sebagai kutipan harga resmi yang berlaku di seluruh Indonesia. Harga BBM dapat berbeda menurut produk, wilayah, dan waktu.

Perbandingan Biaya Energi Per Bulan

Jenis kendaraan Asumsi konsumsi Biaya per bulan
Mobil listrik, tarif Rp1.444,70 15 kWh per 100 km ditambah kehilangan pengisian 10% Sekitar Rp357.563
Mobil listrik, tarif Rp1.699,53 15 kWh per 100 km ditambah kehilangan pengisian 10% Sekitar Rp420.634
Mobil bensin 14 km per liter, bensin Rp13.000 per liter Sekitar Rp1.392.857

Dalam simulasi tersebut, mobil listrik menghemat biaya energi sekitar Rp972 ribu hingga Rp1,04 juta per bulan.

Jika pola pemakaian tidak berubah, selisih biaya energi dapat mencapai sekitar Rp11,7 juta hingga Rp12,4 juta dalam setahun. Penghematan ini belum memperhitungkan biaya pembelian, perawatan, pajak, asuransi, atau nilai jual kembali.

Pengisian di Rumah dan SPKLU Bisa Berbeda

Pengisian di rumah umumnya menjadi pilihan paling mudah untuk menghitung biaya karena tarifnya mengikuti golongan listrik pelanggan. Pemilik dapat mengisi kendaraan pada malam hari lalu menggunakannya pada pagi hari.

Pengisian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU dapat mempunyai tarif energi dan biaya layanan tambahan. Peraturan pemerintah mengizinkan pengenaan biaya layanan pada fasilitas fast charging dan ultrafast charging. Karena itu, pengguna yang sering mengandalkan pengisian cepat dapat mengeluarkan biaya lebih tinggi daripada pengguna yang mayoritas mengisi di rumah.

PLN bersama mitranya telah menyediakan ribuan mesin SPKLU di berbagai wilayah Indonesia. Pada periode mudik 2026, PLN menyatakan 4.769 unit SPKLU tersedia di 3.097 lokasi. Meski jumlahnya bertambah, kemudahan penggunaan tetap bergantung pada rute dan daerah tempat pemilik tinggal.

Biaya Perawatan Mobil Listrik dan Bensin

Mobil bensin memiliki sejumlah komponen perawatan yang tidak digunakan oleh mobil listrik berbasis baterai, seperti oli mesin, filter oli, busi, dan beberapa bagian sistem pembakaran.

Mobil listrik tetap memerlukan perawatan. Pemilik masih perlu memeriksa atau mengganti:

  • ban
  • minyak rem
  • filter kabin
  • cairan pendingin pada model tertentu
  • sistem pendingin baterai
  • suspensi
  • komponen kelistrikan
  • kampas dan cakram rem

Sistem pengereman regeneratif dapat mengurangi penggunaan rem mekanis dalam kondisi tertentu. Namun, besarnya penghematan perawatan berbeda menurut model kendaraan, jadwal servis, harga suku cadang, dan kebijakan bengkel resmi.

Karena itu, jangan menggunakan satu angka biaya servis untuk semua mobil. Bandingkan jadwal perawatan resmi dari dua model yang benar-benar sedang dipertimbangkan.

Harga Pembelian Dapat Mengubah Hasil Perbandingan

Biaya energi yang rendah belum otomatis membuat mobil listrik menjadi pilihan paling murah. Selisih harga pembelian perlu dibandingkan dengan penghematan operasional.

Misalnya, mobil listrik berharga Rp80 juta lebih mahal daripada mobil bensin yang setara. Jika penghematan energi sekitar Rp972 ribu per bulan, waktu yang diperlukan untuk menutup selisih harga adalah:

Rp80.000.000 ÷ Rp972.000 = sekitar 82 bulan

Artinya, diperlukan sekitar enam tahun sepuluh bulan untuk menutup selisih harga hanya dari penghematan energi.

Perhitungan tersebut dapat menjadi lebih cepat jika:

  • jarak tempuh bulanan lebih tinggi;
  • harga bensin meningkat;
  • mobil listrik lebih efisien;
  • biaya perawatan mobil bensin lebih besar;
  • selisih harga pembelian lebih kecil.

Sebaliknya, waktu balik modal dapat menjadi lebih lama apabila kendaraan jarang digunakan, sering mengisi di SPKLU berbiaya lebih tinggi, atau nilai jual kembali mobil listrik turun lebih cepat.

Pemasangan Pengisi Daya di Rumah Perlu Dihitung

Pembeli mobil listrik perlu memeriksa apakah rumahnya memiliki daya yang cukup untuk melakukan pengisian. Beberapa pembeli mungkin harus menambah daya, memasang meter khusus, membeli kabel, atau memperbaiki instalasi listrik.

Biaya tersebut sebaiknya dimasukkan ke biaya awal kepemilikan. Tanyakan kepada penjual apakah perangkat pengisi daya, pemasangan, penambahan daya, dan pemeriksaan instalasi sudah termasuk dalam harga kendaraan.

Jangan menggunakan sambungan listrik yang tidak sesuai spesifikasi. Instalasi pengisian harus mengikuti petunjuk produsen dan standar keselamatan kelistrikan.

Bagaimana dengan Baterai Mobil Listrik?

Baterai merupakan salah satu komponen termahal pada mobil listrik. Namun, biaya penggantian baterai tidak seharusnya langsung dimasukkan ke seluruh simulasi seolah-olah setiap pemilik pasti menggantinya dalam beberapa tahun.

Periksa ketentuan setiap merek, antara lain:

  • masa garansi baterai
  • batas kilometer
  • batas penurunan kapasitas yang ditanggung
  • komponen yang termasuk garansi
  • biaya pemeriksaan baterai
  • harga penggantian modul atau baterai penuh.

Kondisi baterai juga dapat memengaruhi nilai jual kembali. Oleh karena itu, laporan kesehatan baterai perlu diperhatikan ketika membeli atau menjual mobil listrik bekas.

Pajak dan Insentif Tidak Selalu Sama

Pajak kendaraan dapat berbeda menurut daerah, harga kendaraan, jenis kendaraan, dan kebijakan yang sedang berlaku. Insentif pembelian kendaraan listrik juga dapat dibatasi berdasarkan tahun anggaran, model, atau tingkat komponen dalam negeri.

Sebagai contoh, insentif PPN kendaraan listrik pada 2025 hanya diberikan kepada kendaraan tertentu yang memenuhi persyaratan dan berlaku untuk transaksi dalam periode yang ditentukan. Karena kebijakan dapat berubah, pembeli perlu memeriksa faktur dealer dan aturan yang berlaku pada tahun pembelian.

Jangan memasukkan insentif lama ke dalam perhitungan mobil baru tanpa memastikan bahwa program tersebut masih berlaku.

Rumus Total Biaya Kepemilikan

Perbandingan yang lebih lengkap dapat menggunakan rumus sederhana berikut:

Total biaya kepemilikan = harga beli + biaya energi + perawatan + pajak + asuransi + infrastruktur pengisian − nilai jual kembali

Gunakan periode yang sama, misalnya lima tahun, serta perkiraan jarak tempuh yang sama untuk kedua kendaraan.

Komponen Mobil listrik Mobil bensin
Harga pembelian Masukkan harga setelah diskon dan pajak Masukkan harga setelah diskon dan pajak
Energi lima tahun Konsumsi kWh × tarif listrik Konsumsi liter × harga bensin
Perawatan Gunakan jadwal servis resmi Gunakan jadwal servis resmi
Pengisi daya rumah Masukkan jika ditanggung pembeli Tidak diperlukan
Pajak dan asuransi Gunakan tagihan atau penawaran nyata Gunakan tagihan atau penawaran nyata
Nilai jual kembali Kurangkan dari total pengeluaran Kurangkan dari total pengeluaran

Kapan Mobil Listrik Lebih Menguntungkan?

Mobil listrik cenderung lebih menarik secara biaya apabila pemilik:

  • menempuh jarak cukup jauh setiap bulan;
  • dapat mengisi kendaraan di rumah;
  • memiliki instalasi listrik yang memadai;
  • berencana memakai kendaraan dalam waktu lama;
  • mendapat harga pembelian yang tidak terlalu jauh dari mobil bensin;
  • memiliki akses servis dan pengisian daya di daerahnya.

Mobil bensin dapat tetap lebih praktis apabila kendaraan jarang digunakan, perjalanan sering melewati daerah dengan fasilitas pengisian terbatas, atau harga pembeliannya jauh lebih rendah.

Pertanyaan Umum

Apakah mobil listrik selalu lebih hemat?

Tidak selalu. Biaya energi biasanya lebih rendah, tetapi hasil akhirnya bergantung pada harga beli, jarak tempuh, tarif pengisian, biaya perawatan, pajak, dan nilai jual kembali.

Berapa biaya listrik mobil listrik per bulan?

Dengan jarak 1.500 kilometer, konsumsi 15 kWh per 100 kilometer, dan kehilangan pengisian 10 persen, contoh biaya pengisian di rumah berada di kisaran Rp358 ribu hingga Rp421 ribu per bulan.

Apakah pengisian di SPKLU lebih mahal?

Dapat lebih mahal karena fasilitas pengisian cepat dapat mengenakan biaya layanan. Biaya akhirnya bergantung pada jenis mesin, energi yang digunakan, dan ketentuan operator.

Apakah biaya ganti baterai harus dimasukkan?

Masukkan sebagai risiko jangka panjang setelah memeriksa garansi dan kondisi penggunaan. Jangan menganggap semua baterai pasti harus diganti dalam periode kepemilikan yang sedang dihitung.

Dalam simulasi energi, mobil listrik memang lebih murah daripada mobil bensin. Pada jarak 1.500 kilometer per bulan, selisihnya dapat mendekati Rp1 juta setiap bulan.

Namun keputusan membeli kendaraan sebaiknya menggunakan total biaya kepemilikan. Bandingkan dua model yang setara, gunakan konsumsi nyata, masukkan harga pembelian dan biaya pengisian, lalu kurangi dengan perkiraan nilai jual kembali. Dengan cara ini, pilihan tidak hanya didasarkan pada klaim “lebih hemat”, tetapi pada angka yang sesuai dengan kebutuhan pemilik.

Sumber Rujukan

  • Kementerian ESDM, Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 mengenai tarif tenaga listrik.
  • Kementerian ESDM, penetapan tarif listrik Triwulan III 2026.
  • Kementerian ESDM, ketentuan tarif dan biaya layanan pengisian pada SPKLU.
  • PLN, perkembangan jumlah SPKLU pada 2026.
  • Direktorat Jenderal Pajak, ketentuan insentif kendaraan listrik tahun 2025.
19 Kali Dilihat