Pasca-kebakaran, Desa Adat Sade di Lombok Tengah mulai dibangun kembali dengan pendekatan yang memadukan tradisi dan teknologi. Proses pemulihan cagar budaya Suku Sasak yang berlokasi di Desa Rembitan ini menggabungkan arsitektur asli dengan sistem proteksi bencana modern.
Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi NTB, dan Lembaga Adat Desa Sade menyepakati empat langkah strategis rekonstruksi. Rencana ini mencakup penataan ulang zonasi hunian tradisional (bale tani dan lumbung), penyediaan material kayu dan ilalang berkualitas yang tahan rayap, serta pemberian bantuan stimulus ekonomi bagi sekitar 150 keluarga perajin tenun ikat yang terdampak.
“Kami berkomitmen penuh mengawal rekonstruksi Desa Adat Sade dengan memprioritaskan musyawarah adat. Nilai keaslian arsitektur Sasak tidak boleh bergeser sedikit pun,” tegas Menteri Pariwisata Widiyanti saat meninjau langsung lokasi di Lombok Tengah.
Proteksi Modern untuk Arsitektur Tradisional
Salah satu fokus utama pemulihan adalah mengatasi risiko kebakaran yang tinggi akibat penggunaan atap ilalang kering. Untuk itu, tim gabungan dari BPBD NTB memasang instalasi hidran mandiri bertenaga surya. Sistem ini didukung jaringan pipa air bertekanan tinggi di sekeliling dusun yang terhubung ke tandon cadangan air berkapasitas 20.000 liter.
Selain infrastruktur, masyarakat adat juga dilatih untuk membentuk regu pemadam mandiri (community fire brigade). Setiap radius 15 meter di dalam desa kini dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) untuk memastikan respons cepat jika terjadi percikan api.
Upaya menjaga keaslian arsitektur ini dinilai krusial untuk keberlanjutan pariwisata. Pengalaman otentik melihat kehidupan komunitas adat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Pemerintah daerah pun mengerahkan arsitek cagar budaya untuk memastikan setiap bangunan baru mengikuti kaidah leluhur, seperti fondasi batu kali dan tiang kayu tanpa paku besi.
Melalui perpaduan harmonis antara kearifan lokal dan infrastruktur keselamatan mutakhir, Desa Adat Sade bertransformasi menjadi model percontohan desa wisata tangguh bencana di Indonesia.