Pergantian Kapolda sejak Jenderal Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri pada Kamis, 1 Oktober 2026, kini mencapai 22 jabatan berdasarkan penjumlahan angka dua surat telegram. Tiga di antaranya, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Lampung, menjalani serah terima jabatan pada Senin, 12 Oktober 2026.
Suyudi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal Jumat, 2 Oktober 2026 memutasi 88 perwira tinggi dan menengah. Dari jumlah itu, 19 Kapolda diganti, termasuk seluruh Kapolda di Pulau Jawa.
Gelombang kedua tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal Sabtu, 10 Oktober 2026. Surat itu memutasi 199 perwira tinggi dan menengah.
Sertijab tiga Kapolda dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri digelar di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, dipimpin Kapolri Suyudi. Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, upacara itu mencakup satu jabatan pejabat utama Mabes Polri dan tiga jabatan Kapolda.
Perpindahan di tiga daerah itu saling berkaitan. Irjen Agus Wijayanto meninggalkan kursi Kapolda Kalimantan Utara dan menerima jabatan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung dari Irjen Viktor Theodorus Sihombing. Viktor diangkat sebagai Sahlisosbud Kapolri.
Kursi di Kalimantan Utara kini diisi Brigjen Andi Syahriful Taufik. Di Lampung, Brigjen Yustan Alpiani menggantikan Irjen Helfi Assegaf.
Di Korlantas, Brigjen Aries Syahbudin menerima jabatan Kakorlantas dari Irjen Wibowo. Aries sebelumnya menjabat Penata Kebijakan Utama Tingkat II Korlantas Polri. Wibowo dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Isir menyatakan rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi Polri. Dalam keterangan tertulis pada Minggu, 11 Oktober 2026, ia mengatakan penempatan personel mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas.
Dalam keterangannya pada Senin, 12 Oktober 2026, Isir menyampaikan harapan kepada para pejabat baru. “Pejabat yang menerima amanah baru diharapkan mampu membaca kebutuhan organisasi, memahami karakteristik tugas dan wilayahnya, serta mengambil langkah yang tepat untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan,” kata Isir.
“Setiap amanah jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Tulis Komentar